Wagub Sumbar Kecewa, Ini Penyebabnya

"Kabupaten dan kota diimbau untuk membentuk tim khusus mengawasi pariwisata "
Nasrul Abit (KLIKPOSITIF/Joni Abdul Kasir)

PADANG, KLIKPOSITIF -- Wakil Gubernur Sumatera Barat Nasrul Abit menyayangkan persoalan yang terjadi beberapa objek wisata di Sumbar, mulai dari mahalnya tarif masuk ke lokasi objek wisata, hingga keberadaan "tukang pakuak" saat lebaran. 

"Jauh-jauh hari kami dari provinsi sudah ingatkan masing-masing kepala daerah agar mengawasi, bahkan dari awal saya menjabat. Tapi ternyata kejadian juga," kesalnya saat ditemui diruang kerjanya, Senin 3 Juli 2017.

Ke depan katanya, kabupaten dan kota diimbau untuk membentuk tim khusus mengawasi pariwisata terutama saat lebaran, serta hari besar lainnya sehingga tidak terjadi persoalan baru di sektor tersebut. 

Dijelaskannya, Pengawasan akan dilakukan disemua sektor mulai dari objek yang dikelola swasta hingga pemerintah, termasuk persoalan parkir. "Termasuk tarif parkir juga harus diatur bupati dan walikota, jangan biarkan OPD jalan sendiri sehingga ini jadinya, terdapat keluhan dimana-mana," sebutnya.

Menurut Wagub dampak dari persoalan itu akan membentuk citra negatif terhadap pariwisata di Sumbar, untuk itu semua harus dikelola dengan maksimal baik objek wisata baru maupun yang lama dan telah mulai berkembang.

"Semua objek wisata seharusnya memberikan kenyamanan dan keamanan bagi pengunjung, terutama soal parkir dan pedagang disekitar objek kan kewenangan pemerintah, jangan ada lagi tukan pakang, mestinya semua sudah sesuai aturan dan standar," jelasnya.

Namun Ia mengakui untuk pengembangan pariwisata tidak bisa dilakukan secara cepat dan harus bertahap, sebab kesulitan pada pengembangan keindahan alam itu akan mengundang banyak orang dan akan muncul masalah baru. 

"Kami berharap kepada perantau untuk tidak terlalu membesarkan masalah ini di luar, karena kami sedang berusaha memperbaiki di sektor itu," harapnya.

[Joni Abdul Kasir]