Begini Pendapat Fotografer Terkait Lomba Foto SISCa 2017

"foto adalah ujung tombak dari pariwisata"
Salah seorang model foto di iven SISCa 2017 (istimewa)

SAWAHLUNTO, KLIKPOSITIF -- Sebanyak 360 fotografer ramaikan perhelatan Sawahlunto Internasional Songket Carnaval (SISCa) 2017 Kota Sawahlunto. Para fotografer dituntut mencari sisi foto Kolaborasi Kota Tua dan Songket Silungkang karena bertemakan "Pesona Kota Tua dalam Balutan Busana Songket Silungkang".

Seorang juri lomba serta fotografer ternama Sumatera Barat, Erison J. Kambari mengatakan, sangat mendukung apa yang telah dibuat Sawahlunto dalam mengangkat iven ini. Karena menurutnya, foto adalah ujung tombak dari pariwisata.

"Harusnya semua iven di Sumbar seperti ini, karena satu foto dapat menciptakan seribu makna," katanya.

Tentang SISCa, dia berharap ke depannya ada areal lapang dan khusus yang hanya boleh dilewati fotografer dan wartawan. "Karena dengan begitu akan lebih leluasa bagi fotografer mencari celah foto indah," ujar pria asal Bukittinggi ini.

Senada, salah seorang fotografer asal Silungkang, Alikrom mengatakan, iven ini sangat luar biasa karena dapat mengundang ratusan fotografer dari berbagai daerah. Namun, dia berharap panitia dapat membatasi peserta karena jika terlalu banyak dapat mengganggu iven.

Dia menambahkan, ke depan tema yang diangkat diharapkan lebih menarik lagi. "Karena, tahun kemaren juga dengan tema yang sama," ujarnya.

Lain halnya pendapat salah seorang fotografer senior, Rully Fla, dia menganggap tentang peserta tidak menjadi masalah sebanyak mungkin. Menurutnya, akan lebih baik para fotografer difokuskan pada satu tempat hingga tidak mengganggu jalannya iven.

"Misalkan, areal museum kereta api saja. Selain dari situ fotografer tidak boleh mengambil foto. Jadi, fotografer pun akan lebih terarah dalam mengambil foto dan tidak berserak hingga mengganggu jalannya iven," tutupnya.

[Satria Z]