Disebut Kuno, Ternyata Ini Manfaat Menggiling Tebu dengan Tenaga Kerbau di Agam

"Kendati metode menggunakan tenaga kerbau sering disebut masih kuno, buang-buang waktu alias tidak efektif namun ternyata ada kelebihannya tersendiri"
Dua orang petani tebu mengilang hasil panennya menggunakan kerbau di Agam. (KLIKPOSITIF/Hatta Rizal)

AGAM, KLIKPOSITIF -- Sejumlah petani di kawasan Bukik Batabuah, Kecamatan Canduang, Agam-Sumbar rupanya masih bertahan memanfaatkan tenaga kerbau untuk menggiling tebu. Kendati metode menggunakan tenaga kerbau sering disebut masih kuno, buang-buang waktu alias tidak efektif namun ternyata ada kelebihannya tersendiri.

Salah seorang petani di Jorong Gobah, Nagari Bukik Batabuah, Zulhelmi (53) mengatakan, ada dua kelebihan mengilang tebu memanfaatkan tenaga kerbau. "Pertama, soal biaya jelas lebih irit. Tak banyak uang keluar," jelasnya, Rabu 13 September 2017.

Sebut Zulhelmi, menggunakan tenaga dari mesin dibutuhkan biaya paling tidak sebesar Rp20 juta rupiah. "Biaya mesin satu set lengkap, tak kurang dari 20 jutaan," sebutnya.

Kalau memanfaatkan tenaga kerbau, kata Zulhelmi, jelas biaya bisa ditekan sebab kebanyakan petani memang memiliki kerbau. "Ada satu lagi manfaat menggunakan kerbau, hasil pijakannya bisa dijadikan pupuk," jelasnya.

Kata Zulhelmi, kerbau itu dalam mengilang atau menggiling tepung diharuskan menarik tuas yang diikatkan ke lehernya dengan cara mengelilingi tempat memeras air tebu. "Di sekeliling lintasan diberi remah tebu. Kerbau lalu menginjak remah tebu dalam lintasan. Setelah hancur, jadi pupuk yang sangat baik bagi tanaman," ungkapnya.

Sayangnya, kendati demikian, ujar Zulhelmi, tak banyak lagi petani di kawasan Gunung Marapi yang memakai tenaga kerbau untuk menggiling tebu sebab tak efektif dari segi hasil.

"Dengan kerbau, bisa menghasilkan 35 kilogram air kilangan tebu, kalau pakai mesin bisa 80 kilogram sehari, karena faktor ini, petani yang pakai tenaga kerbau saat ini hanya bisa dihitung jari saja yang tersisa,"pungkasnya.

[Hatta Rizal]