Pasa Harau Art & Culture Festival Tawarkan Sisi Lain Lembah Harau

"Kegiatan ini telah dimulai sejak Jumat 13 Juli 2018 dan akan berlangsung hingga Minggu 15 Juli besok"
Penampilan seni dan budaya dalam Pasa Harau Art & Culture Festival di kawasan Lembah Harau (Istimewa)

LIMAPULUH KOTA, KLIKPOSITIF -- Pasa Harau Art & Culture Festival yang menjadi sebuah piranti baru dalam dunia kepariwisataan dengan mengelaborasi wisata alam, wisata kuliner, wisata sejarah, wisata budaya, seni petunjukan, upacara-upacara tradisional, kembali digelar.

Festival yang terletak di Jorong Harau, Nagari Harau, Kabupaten Limapuluh Kota ini telah dimulai sejak Jumat 13 Juli 2018 hingga Minggu 15 Juli mendatang.

Tahun 2018 yang merupakan kali ketiga diselenggarakan, beberapa program-program kerja budaya yang dielaborasi dalam sebuah peristiwa kebudayaan tahun ini adalah Harau Peforming Art, Gelanggang Harau dan Pemainan Anak Nagari, Haraukustik, dan Jelajah Harau.

Direktur Pasa Harau Chaink Novaldi mengatakan Pasa Harau mencoba menghubungkan anak-anak muda Sumatra Barat, baik itu sebagai penyelenggara festival, pegiat komunitas, pelaku seni budaya, para penulis muda, untuk bagaimana kemudian menghimpun kekuatan untuk mencipta sebuah peristiwa budaya yang lebih besar.

"Semacam tempat bersekolahnya anak muda, sekolah untuk memetakan persoalan masyarakatnya, lalu membuat gerakan atas soal-soal itu," ujar Chaink.

Kemudian Roni Keron menambahkan pada program yang dilakukan pada Pasa Harau 2018 ini, salah satunya Harau Peforming Art (HARPA) adalah program acara pada perhelatan seni dan budaya yang diinisiasi untuk memfasilitasi seniman-seniman serta kelompok-kelompok kesenian kontemporer Sumatera Barat untuk mempresentasikan karyanya di tengah-tengah masyarakat, baik itu karya tari, musik, teater.

"Harau Performing Art teruntuk bagi karya anak-anak muda Sumatera Barat, baik yang berdomisili di Sumatera Barat ataupun di luar Sumatera Barat. Bagaimana kemudian seniman muda membaca tradisinya (Minangkabau), dan menentukan sikapnya atas itu," ujarnya.

Menurutnya, dengan semangat kolaboratif dan kolektif dapat melibatkan komunitas seni tradisi lokal di sekitar Lembah Harau, pelaku ... Baca halaman selanjutnya