Danau Laut Tinggal, Keindahan Alam Tersembunyi di Pasbar

"Danau tersebut berada di Puncak Gunung Malintang diketinggian sekitar 1.900 Mdpl"
Danau Laut Tinggal (Istimewa)
trail.

Sesampai nya di Kampung Sitobu ini, para pendaki harus meminta izin terlebih dahulu kepada masyarakat setempat untuk melakukan pendakian ke Danau Laut Tinggal. Sebab, belum ada pengelola resmi objek wisata alam ini.

Disarankan untuk para pendaki agar memakai jasa pemandu, jika belum mengetahui rute pendakian. Hal itu dikarenakan, jalur pendakian yang belum jelas, kecuali kita memiliki pemahaman navigasi alam bebas.

Lalu selanjutnya dari Kampung Sitobu perjalanan berjalan kaki menuju Danau Laut Tinggal diawali dengan trekking menyusuri ladang dan perbukitan. Sepanjang perjalanan para penjelajah alam akan disuguhi pemandangan hutan yang masih asri, serta ditemani alunan kicauan suara burung dan hewan yang bermain bebas di alam yang masih terawat keasriannya.

Dibutuhkan fisik yang kuat untuk menempuh perbukitan yang kadang menanjak, menurun serta melintasi beberapa sungai kecil. Setelah berjalan kaki selama 4 jam lebih, maka akan sampai di sebuah desa tua, yang hanya dihuni oleh satu kepala keluarga yang bernama Kampung Simpang Lolo.

Dari Kampung Simpang Lolo tujuan selanjutnya adalah Sosopan yang berjarak sekitar 6 kilometer, dengan menyusuri sungai Batang Kanaikan. Sebenarnya masih terdapat sebuah kampung yang bernama Aek Simariam dipinggir sungai Batang kanaikan ini, dikarenakan bencana banjir bandang membuat penduduknya dipindahkan ke Kampung Sitobu.

Daerah sosopan ini, merupakan suatu tempat yang jauh terpencil, di mana terdapat sebuah sumber mata air panas alami yang keluar dari perut bumi. Di sini terdapat sebuah pondok kecil yang bisa dimanfaatkan sebagi tempat peristirahatan jika kondisi sudah gelap.

Pendakian menuju Danau Laut Tinggal dimulai dari kawasan Sosopan ini dengan trek pendakian diawali dengan tanjakan yang lumayan menguras tenaga. Dijalur pendakian ini dipenuhi tumbuhan Rotan yang memiliki duri-duri tajam. Disamping itu banyak dijumpai musuh para pendaki, yakni hewan penghisap darah ... Baca halaman selanjutnya