Naiknya Tiket Pesawat Mulai Berdampak ke Sektor Pariwisata di Sumbar

Wakil Gubernur Sumbar saat menghadiri ulang tahun ke 50 PHRI di Jakarta
Wakil Gubernur Sumbar saat menghadiri ulang tahun ke 50 PHRI di Jakarta (KLIKPOSITIF/ Joni Abdul Kasir)

PADANG, KLIKPOSITIF -- Wakil Gubernur Sumatera Barat Nasrul Abit mengatakan, akibat kenaikan tiket pesawat berdampak kepada berbagai sektor di Sumbar. Salah satunya kunjungan pariwisata yang dilihat dari data hunian kamar hotel.

"Akibat dari tiket pesawat mahal, hotel di Padang sepi," ujarnya saat menghadiri acara ulang tahun ke 50 Persatuan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) di Jakarta, Selasa, 12 Februari 2019.

Disampaikan Wagub, dari data yang diterimanya tingkat penghunian kamar (TPK) hotel berbintang bulan Januari 2019 mencapai rata-rata 44,24 persen atau mengalami penurunan sebesar 14,35 poin dibanding bulan Desember 2018 yang tercatat sebesar 58,59 persen.

Baca Juga

"Bila dibandingkan dengan bulan Januari 2018, TPK bulan januari 2019 mengalami penurunan sebesar 3,10 persen," ulasnya.

Sedangakan untuk Tingkat Penghunian Kamar (TPK) hotel Non Bintang bulan Januari 2019 mencapai rata-rata 27,02 persen atau mengalami penurunan sebesar 7,37 poin dibanding bulan Desember 2018 yang tercatat sebesar 34,39 persen.

"Bila dibandingkan dengan bulan Januari 2018, TPK bulan januari 2019 mengalami penurunan sebesar 1,53 persen," terangnya.

Atas dampak tersebut, Pemprov Sumbar tidak tinggal diam,  gubernur Sumbar telah melayangkan surat kepada Kementerian Perhubungan, maskapai penerbangan seperti Garuda dan Lion Air beberapa waktu lalu, namun sampai sekarang belum ada jawaban.

"Kami berharap ada perhatian dari menteri perhubungan terhadap kenaikan harga tiket ini, karena juga akan berdampak pada dunia pariwisata Sumatera Barat dan perkembangan ekonomi masyarakat terutama UKM,"tukasnya.

Sementara Ketua PHRI Haryadi Sukamdani menyampaikan bagaiamana keadaan dan situasi perhotelan dan restoran saat ini mengalami penurunan kunjungan Wisatawan dalam dan luar Negeri yang dikarenakan salah satunya faktor penting yaitu tingginya harga tiket transportasi udara.

Kondisi ini menjadi keluhan seluruh pengusaha Hotel Restoran serta UMKM yang bergerak di bidang Pariwisata dan sampaikan kepada ketua PHRI, katanya

Presiden RI Joko Widodo, merespon langsung dan memberikan tanggapan akan langsung memanggil Direktur Utama Pertamina untuk menstabilkan harga bahan bakar pesawat yaitu avtur agar sama harganya dengan harga bahan bakar di luar negeri.

Presiden menyampaikan apresiasi kepada seluruh penggiat pariwisata yang telah berusaha bekerja sama dalam mengembangkan sektor pariwisata sehingga Pariwisata menjadi produk unggulan karena pertumbuhannya melebihi sektor migas.

"Selain itu pembangunan infrastruktur di bidang pariwisata seperti pembangunan bandara, destinasi pariwisata dan fasilitas pendukung objek wisata selalu ditingkatkan" tukasnya. (Joni Abdul Kasir)

Editor: Eko Fajri