Ladu Sala Lauak, Cemilan Pariaman yang Selalu Diburu Wisatawan

"Ladu sala lauak adalah cemilan inovasi dari ladu arai pinang. Hasil penjualan ladu tersebut juga tak kalah untungnya."
Ladu Arai Pinang (Klikpositif)

PARIAMAN KLIKPOSITIF- Usaha Kecil dan Menengah (UKM) milik warga Pariaman yang sebagian banyak merupakan olahan makanan ringan, semakin banyak saja variasinya. Salah satunya adalah Ladu Sala Lauak.

Ladu sala lauak adalah cemilan inovasi dari ladu arai pinang. Hasil penjualan ladu tersebut juga tak kalah untungnya.

Salah satu UKM milik Almasri di kawasan Jalan Singamangaraja, Batang Kabuang, Pariaman, sudah 3 tahun memproduksi ladu tersebut.

"Usaha ladu ini sudah tiga tahun saya lakukan. Modal mandiri, alhamdulillah, hasilnya memuaskan, " jelas Almasri pada Klikpositif,  Senin 22 April 2019.

Makanan berbahan baku tepung beras, garam, telur dan kapur sadah ditambah gilingan ikan yang khas untuk makanan tersebut, membuat makanan ini rapuh digigi lunak di lidah.

Almasri menjelaskan, sejak beberapa tahun belakangan ini sudah menjadi buah tangan atau oleh-oleh bagi masyarakat untuk dibawa kerantau atau bagi wisatawan yang datang ke Pariaman serta menjadi cemilan keluarga ketika ngumpul.

Pelaku usaha UKM itu pertama kali hanya membuat ladu arai pinang, lalu dicoba inovasi dengan membuat ladu sala lauak, dan ternyata punya pasar tersendiri dimata konsumen, sampai kini produksi berlanjut.

Dengan merek usaha Mutia, produknya terus melaju menembus pasar, tidak hanya lokal tapi juga ke daerah lain.

"Banyak pesanan yang harus dipenuhi tiap hari, umumnya datang ke rumah termasuk pesanan dari sejumlah toko. Tiap hari hanya membuat 30 kilogran tepung beras untuk produksi tersebut dan produk yang dibuat laris manis dibeli konsumen," ungkapnya.

Dalam memproduksi ladu, jelasnya lagi, ladu arai pinang dan ladu rasa sala lauak, dia dibantu lima pekerja, umumnya masyarakat sekitar tempat dia berusaha.

Dikatakannya, untuk harga, dia membandrol produk ladu arai pinang (original) dengan harga Rp38 ribu/kg dan ladu sala lauak Rp48 ribu/kg.

(Rehasa) 
Baca halaman selanjutnya