Ini Ternyata yang Membuat Sepi Rest Area Pessel

"ada tarif pakir dan ketentuan untuk keamanan kendaraan dari petugas parkir liar di kawasan tersebut"
Seorang pengendara melintas di depan rest area Pessel (KLIKPOSITIF/Kiki Julnasri)

KLIKPOSITIF -- Sepinya pengunjung di rest area Pessel ternyata beralasan. Pasalnya, para pengunjung rest area tersebut mengeluh dengan tidak adanya pengelolaan parkir. Sebab, pemungutan retribusi pakir belum teratur dan keterjaminan keamanan kendaraan juga tidak ada.

Seorang pengunjung Topit (21) mengaku kepada KLIKPOSITIF, bahwa kenyamanan para pengendara saat singgah di rest area Pessel mulai terganggu. Soalnya, ada tarif pakir dan ketentuan untuk keamanan kendaraan dari petugas parkir liar di kawasan tersebut.

"Karcis parkir tidak ada. Begitu juga dengan petugasnya, entah datang darimana kami tidak tahu," ucapnya.

Dijelaskannya, tarif parkir yang diminta kepada setiap pengunjung yang singgah dipatok seharga Rp2.000. Biaya tersebut berlaku kepada setiap orang yang datang kesana, baik itu singgah ataupun hanya duduk di kendaraan.

"Parah, masih diatas motor saja kami. Biaya parkirnya sudah diminta, ditanya karcis, mereka tidak bisa menunjukkan," tutur Topit.

Saat dikonfirmasi, Kepala Dinas Perhubungan, Komunikasi dan Informatika Pessel Iqbal Ramadipayana mengatakan, pihaknya belum mendapatkan legalitas untuk mengelola parkir di kawasan rest area Pessel. Sebab, hingga saat ini masih menunggu SK Bupati.

"Kita harus mendapatkan SK Bupati terkait pengelolaan parkir di rest area Pessel. Dan itu sedang kita usahakan," sebutnya saat dihubungi Sabtu malam.

Menurutnya, jika ada pihak-pihak tertentu menggunakan wewenang untuk mengelola pakir. Berarti itu ilegal tanpa ada aturan resmi dari Pemerintah Daerah Pesisir Selatan. "Dari kita (Dishub-red) tidak ada. Kalau masyarakat sekitar atau pihak lain kita tidak mengetahui," tuturnya.

[Kiki Julnasri]