Merayakan Keragaman dalam Cita Rasa Bakcang

"Adaptasi kuliner ini terus terjadi sepanjang sejarah persentuhan budaya Tionghoa dan masyarakat Padang lainnya."
Bakcang (ist)

PADANG,KLIKPOSITIF-Herman Tan, masih ingat benar bagaimana ibunya meremas-remas beras pulut. Adonan beras yang telah diolah itu kemudian dicampur dengan isian yang khas. Jari-jari yang telaten karena pengalaman, lalu melilit adonan itu dengan lembar-lembar daun pandan. Setelah dikukus dengan takaran waktu tertentu barulah panganan itu bisa disantap.

“Yang membuat Bakcang itu berbeda ya daun pandan itu. Aromanya menjadi khas dan meresap ke dalam pulutnya,” kata Tan di rumahnya di kawasan pecinan Padang Jumat 7 Juni.

Herman Tan adalah generasi ketiga dalam keluarganya. Sepanjang ingatannya keluarga Tan sudah tinggal di Padang sejak dahulu kala. Mereka bercampur dan hidup berdampingan dengan suku-suku lain yang juga menjadi penduduk pertama Kota Padang.

Masyarakat Tionghoa telah menjadi penghuni padang sejak awal abad ke-18. Dari catatan Sumatra Courant, Nieuws en Advertentieblad diketahui pada 1862 telah tercatat nama saudagar-saudagar besar Tionghoa di dalam perniagaan Padang. Pedagang-pedagang besar Tionghoa lainnya telah mendapat kontrak dagang untuk urusan distribusi ke pedalaman Sumatara sebelum terjadinya Perang Padri 1837.

Warga Tionghoa bersama dengan, orang-orang Nias, Melayu, Bengalen, India Arab dan lainnya telah hidup berdampingan di Kota Padang berabad lamanya. Persentuhan kebudayaan dan pola hidup merekalah yang membentuk kehidupan Kota Padang hari ini yang multikultur. 

Keragaman ini terlihat paling kentara pada urusan selera. Rendang misalnya, jika ditelusuri sejarahnya akan terendus jejak kari, dan bumbu rempah khas masakan India. Perubahan dan adaptasi ini terus berlangsung hingga hari ini. Kini Bakcang dan banyak ragam kuliner khas Tionghoa lainnya tidak lagi menjadi milik satu etnis saja. Sebuah upaya dilakukan untuk memecahkan rekor Muri.

Sebanyak 10.000 Bacang dan Lamang Baluo digelar di Kawasan Kota Tua, Jalan Batang Arau, Padang pada 6-7 Juni 2019. Festival ... Baca halaman selanjutnya