Menikmati Pemandian Batang Tiku, Bangkitkan Kembali Serunya Masa Kecil

Tampak pengunjung dari atas jembatan Batang Tiku tengah menikmati kesegaran aliran Batang Tiku.
Tampak pengunjung dari atas jembatan Batang Tiku tengah menikmati kesegaran aliran Batang Tiku. (Rehasa/Klikpositif)

PADANGPARIAMAN KLIKPOSITIF -- Pemandian Batang Tiku di Kenagarian lll Koto Amal, Kecamatan 1V Koto Aua Malintang ramai dikunjungi perantau untuk berlibur. Posisi pemandian yang merupakan sungai perbatasan antara Batu Basa dan Aua Malintang, memiliki aliran berliku-liku dan sejuk.

Aliran yang jernih berliku-liku dari mudiak Batang Koto Panjang membuat para perantau berdatangan untuk mandi. Pemandian itu terlihat sangat menakjubkan dari jembatan perbatasan. Posisi strategis itu, membuat pengunjung ramai setiap harinya mandi.

baca juga: Longsor, Jalan Matur-Palembayan Terputus Total

Salah satu perantau mengatakan sangat senang mandi disana. Syauri namanya, pria 31 tahun yang merantau di Jakarta rindu akan kesejukan Batang Tiku .

"Dari kecil saya suka mandi di sini bersama teman. Dulu kami sering bahkan hampir setiap hari mandi di sini bersama-sama sepulang sekolah," kata Syauri mengenang kala itu, Minggu 9 Juni 2019.

baca juga: Pelaut Positif Corona, Total Kasus di Agam Jadi 19

Di lokasi Syauri menikmati sensasi aliran sungai bersama 2 anaknya serta istrinya. Dia mengaku setiap lebaran selalu menyempatkan diri mandi di Batang Tiku .

"Setiap pulang kampung pasti mandi di sini. Selain airnya yang segar banyak kenangan kala kecil di sini," ungkapnya.

baca juga: Heboh Akun Bodong Mar Yanto, Bacabup Agam Joni Hendra Lapor Ke Polisi

Pantauan KLIKPOSITIF , di atas pemandian, ada jembatan yang menghubungkan dua nagari. Dikedua ujung jembatan terdapat banyak kedai, ujung jembatan arah ke Simpang Tiga berdiri banyak kedai buat wisatawan untuk bersantai besama keluarga atau bersama teman, yang mana disisi kirinya ada jalan kebawah tempat pencucian mobil. Sedangkan yang ke arah Batu Basa berdiri warung dengan beraneka ragam masakan kas wilayah itu.

Keberadaan pemandian tersebut pun membawa berkah bagi pemilik kedai di sana. Terpantau setiap kedai di sekitar pemandian ramai dikunjungi.

baca juga: PSBB Diperpanjang, Hotel dan Tempat Wisata di Padang Masih Ditutup

Pengakuan dari salah satu pemilik kedai hampir setiap hari jika tidak turun hujan banyak yang datang untuk mandi dan berbelanja di kedai.

"Wah kalau lebaran seperti ini ramai. Para perantau banyak yang mandi di sini. Tidak hanya perantau yang berasal dari wilayah ini, dari luar juga banyak yang datang seperti dari Lubuk Basuang, Maninjau bahkan ada yang dari Padang," jelas Tek Tin, salah satu pemilik kedai di sana.

Dia menjelaskan, dari jembatan kearah Simpang Tigo jalannya persis seperti kelok 44 di Maninjau, hanya saja di Batang Tiku keloknya tak sampai 44, hanya ada 3 kelok saja dan disebut Kelok Patah Tigo.

Dekat pemandian itu terdapat simpang tiga. Di Simpang tiga itu terdapat sebuah surau yang sering diziarahi oleh penduduk sekitar karena surau tersebut bersejarah dan ada semenjak zaman belanda. Nama surau itu adalah Surau Lansek. Sedangkan kearah Batu Basa, jalanya menanjak, orang-orang sekitar menyebutnya dengan pandakian tagak.

Bagi pengunjung yang ingin menikmati kesegaran Batang Tiku diyakini tidak akan kecewa. Di wilayah itu terdapat banyak juga destinasi wisata yang tak kalah menariknya.

(Rehasa)

Penulis: Rezka Delpiera