Sambut HUT RI ke-74, Ini Cara Unik yang Dilakukan Balai Baca Rumah Bako

Para pendonor melakukan aktivitas donor darah sambil membaca buku di Balai Baca Rumah Bako, Agam.
Para pendonor melakukan aktivitas donor darah sambil membaca buku di Balai Baca Rumah Bako, Agam. (istimewa)

KLIKPOSITIF -- Cara berbeda dilakukan oleh Balai Baca Rumah Bako merayakan HUT RI ke-74. Yakni, dengan menyelenggarakan aktivitas sosial donor darah. Dengan tagline 'Merdeka dan Berdaya', taman bacaaan masyarakat inimenggandeng PMI Bukitinggi dan organisasi kepemudaan dalam aktivitas tersebut.

Kegiatan tersebut dimulai dari pukul 09.00 WIB hingga selesai di Balai Baca Rumah Bako, Nagari Balai Gurah, Kecamatan IV Angkek, Kabupaten Agam. Rumah Bako merangkul mengajak masyarakat berdaya bersama dengan mendonorkan darah mereka.

"Hari ini adalah hari dimana para pejuang sudah bertumpah darah demi dapat merdeka, kita mencoba merayakannya dengan mendonorkan darah. Setidaknya, ini bisa mewakili perjuangan para pahlawan tersebut," tutur Edo Wakmen, Founder Rumah Bako.

Baca Juga

Edo pun berharap, melalui kegiatan sosial yang dilakukan ini, animo berbagi dan kepedulian sesama masyarakat bisa lebih ditingkatkan. Sederhananya, suatu waktu ada masyarakat Balai Gurah yang membutuhkan darah, databasenya sudah ada dan tidak perlu lagi kebingungan ketika membutuhkan darah.

"Tidak repot-repot lagi cari kesana kemari. Tinggal hubungi saja Balai Baca Rumah Bako," tambah Edo.

Masyarakat pun menyambut baik aktivitas donor darah ini. Terbukti dengan banyaknya jumlah masyarakat yang ikut berpartisipasi. Sekitar 30 orang pendonor ikut mendukung program yang rencananya akan diselenggarakan rutin setiap bulan oleh Balai Baca Rumah Bako.

Selain kegiatan donor, masyarakat juga bisa membaca koleksi buku yang ada di Balai Baca Rumah Bako sembari menunggu giliran. "Tidak itu saja, membaca sambil rileks ternyata mampun menstabilkan kondisi dari seseorang yang selesai melakukan donor darah," ujarnya.

Sementara itu, Robby Wahyu Riyodi, Co-Founder Rumah Bako menyebut, kembali pada niat mendirikan Rumah Bako sebagai ruang belajar masyarakat. Semua kegiatan dan program sudah didesain sedekat mungkin dengan masyarakat. Masyarakat yang menjadi pelaku dan masyarakat yang merasakan manfaat.

"Bagi kami, literasi itu memudahkan masyarakat dalam menghadapi berbagai situasi dan persoalan," tutur pria yang juga berkecimpung di Tanah Ombak ini.

Terpisah, Nilam Sari, salah seorang pendonor menyatakan antusiasnya. Dia mengaku, sangat merasakan manfaat dari program donor Rumah Bako ini. Baginya, adanya kegiatan tersebut sangat memudahkan, terutama orang-orang yang sudah menjadikan donor darah sebagai rutinitas.

"Donor memang sudah jadi rutinitas saya. Biasanya saya saya harus pergi ke lokasi donor yang jauh dari kampung. Tapi sekarang, berkat kegiatan di Rumah Bako ini tidak perlu lagi jauh-jauh. Sudah ada di kampung saya. Selain itu juga asyik donor di taman bacaan. Kita bisa baca-baca buku di sela-sela mendonor," tutupnya. (*)

Penulis: Agusmanto