Malin Kundang, Ikon Wisata Kota Padang yang Memperihatinkan

"Harusnya kemarin 2 September 2019 sudah dimulai untuk revitalisasi itu"
kawasan objek wisata batu Malin Kundang di Kota Padang (KLIKPOSITIF/ Halber)

PADANG, KLIKPOSITIF -- Keadaan Batu Malin Kundang yang menjadi ikon wisata di Kota Padang semakin mengkhawatirkan dan tidak terawat.

Ikon yang menjadi penarik perhatian wisatawan agar ke Kota Padang itu terlihat sudah hampir terbenam oleh pasir yang kian menggerusnya. Melihat kondisi tersebut Pemko Padang telah merencanakan untuk melakukan Revitalisasi, namun hingga saat ini masih belum terealisasikan.

Awalnya, Pemko Padang akan melakukan Revitalisasi itu pada bulan Agustus 2019 dan hingga Selasa 3 September 2019 masih belum terealisasi.

"Belum ada pembangunan atau bahan bangunan yang masuk ke sini," ujar seorang warga yang enggan disebutkan anamanya.

Hal itu senada dengan apa yang ditemukan di lapangan, tidak ada alat, bahan maupun pekerja yang mengerjakan proyek berjumlah Rp15 Milyar itu.

"Harusnya kemarin 2 September 2019 sudah dimulai untuk revitalisasi itu," ujar Kepala Dinas Pariwisata Kota Padang, Arfian, Selasa 3 September 2019.

Ia mengatakan bahwa pembangunan tersebut harusnya sudah dimulai oleh pihak ketiga yang memenangkan tender sejak awal September.

Meskipun begitu, ia enggan untuk berkomentar banyak, karena anggaran untuk revitalisasi itu dikucurkan dari dana Kementrian.

"Akhir tahun pekerjaan itu harusnya sudah selesai, karena dalam kontraknya itu selama 120 hari pengerjaan terhitung mulai tanggal 2 September 2019," lanjutnya.

Ia mengatakan bahwa selama pembangunan nantinya, lokasi wisata Pantai Air Manis tetap akan dibuka dan tidak akan ditutup.

"Lokasi pariwisata tetap akan dibuka, kemungkinan pengerjaan itu sedikit akan mengganggu pengunjung, jadi kami berharap wisatawan bisa maklum," lanjutnya.

Ia berharap jika revitalisasi tersebut telah selesai dilaksanakan nantinya, pengunjung akan merasa lebih nyaman dengan konsep baru yang dirancang sejak awal tahun lalu.

"Banyak sekali perobahan dalam revitalisasi ini demonya sudah kami ... Baca halaman selanjutnya