Saat Wabah Pneumonia Menyebar, 160 Wisatawan China ke Sumbar Senin Depan

Jam Gadang Bukittinggi
Jam Gadang Bukittinggi (KLIKPOSITIF/Joni Abdul Kasir)

PADANG, KLIKPOSITIF - China dihebohkan dengan wabah Pneumonia yang disebabkan virus corona di Kota Wuhan, China Tengah. Untuk mengantisipasi menyebarnya virus melalui manusia itu Kemenkes telah menerbitkan edaran kepada Dinas Kesehatan Provinsi dan Kabupaten/Kota, Rumah Sakit Rujukan, KKP dan BTKL untuk meningkatkan kewaspadaan dan siaga mengahadapi kemungkinan masuknya penyakit ini.

Ditengah hebohnya penyebaran virus corona ini, Senin depan (27/1) sebanyak 160 orang turis dari China akan datang ke Sumbar. Mereka akan mengunjungi beberapa daerah di Sumbar diantaranya Kota Padang, Bukittinggi, Pariaman dan Tanah Datar.

Hal itu dibenarkan Kabid Pariwisata Tanah Datar Efrison. "Benar ada turis dari China, di Tanah Datar mereka akan melihat Istano Basa Pagaruyung, Pacu Jawi, dan gedung promosi," katanya saat dihubungi KLIKPOSITIF, Rabu malam (22/1)

Baca Juga

Dijelaskannya, turis dari China itu sampai di Padang pada 26 Januari 2020, kemudian melanjutkan perjalanan ke beberapa daerah di Sumbar. Mereka datang melalui biro perjalanan di Padang, Jakarta dan China melalui penerbangan langsung China - Padang.

Menurutnya, wisatawan China yang datang ke Sumbar membawa dampak positif bagi dunia pariwisata. Apalagi bagi destinasi dan atraksi yang dikunjungi.

"Ini positif bagi pariwisata, tentunya mereka belanja, sekaligus promosi bagi pariwisata kita," katanya.

Apalagi, lanjutnya, untuk tahap awal dua kali penerbangan dalam bentuk promosi. Kemudian akan dilanjutkan bulan Juni 2019 dengan jumlah yang lebih banyak lagi.

Namun, ditengah berkembang isu penyebaran wabah Pneumonia tentu juga harus diwaspadai, terutama oleh Dinas Kesehatan untuk bisa memastikan wisatawan tersebut bebas virus.

"Kami berharap Dinas Kesehatan meningkatkan kewaspadaan sehingga hal ini tidak berpengaruh ke pariwisata," harapnya.

Sementara itu pengamat hukum kesehatan dari Universitas Eka Sakti Padang, Firdaus Diezo mengatakan, negara harus hadir untuk melindungi masyarakat dari penyebaran virus tersebut.

Melindungi bisa melakukan pengawasan di bandara bandara yang menjadi tempat berlalu lalang wisatawan dari China ke Sumbar.

"Thermal scanner di Bandara (BIM) segera diaktifkan untuk memeriksa potensi virus bagi tamu yang datang ke Sumbar," ujarnya.

Untuk diketahui, Masyarakat dunia tengah mengkhawatirkan penyebaran wabah pneumonia, penyakit yang disebabkan virus korona. Walaupun belum terbukti bisa menular antarsesama manusia, wabah penyakit ini berkembang cepat dan sudah menjangkiti beberapa negara lain di luar China.

Pemerintah China dan WHO menyatakan kalau pneumonia disebabkan oleh virus korona. Virus korona merupakan virus yang menyerang manusia, enam di antaranya telah diketahui sebelum muncul virus terbaru di Wuhan. (*)

Editor: Joni Abdul Kasir