Tips Naik Gunung Bagi Pendaki Pemula Agar Nyaman dan Selamat

Pendaki Senior Sumbar Jhoni Masrul Saat Mendaki
Pendaki Senior Sumbar Jhoni Masrul Saat Mendaki (Koleksi Pribadi)

KLIKPOSITIF -Kecelakaan yang menimpa Rehan Fadilla (17) saat mendaki gunung Marapi , Minggu (9/2/2020) penting untuk disikapi, agar tidak terjadi pada pendaki lain, terutama pendaki pemula yang masih awam seluk beluk tentang mendaki.

Pendaki senior asal Sumatera Barat, yang juga tergabung dalam Asosiasi Pemandu Gunung Indonesia, Jhoni Masrul mau berbagi tips kepada para pendaki pemula. Simak wawancara KLIKPOSITIF dengan Uda Jhoni Masrul.

Apa saja yang menjadi penyebab pendaki pemula sering mengalami kecelakaan atau cedera saat mendaki gunung?

Baca Juga

Penyebab dari pendaki pemula sering mengalami kecelakaan pada saat mendaki gunung, kurangnya ilmu pengetahuan dan teknik dalam pendakian. Mereka tidak menyadari adanya bahaya dari diri mereka sendiri (subjektif danger).

Dalam melakukan pendakian, ada beberapa pengetahuan yang harus dikuasai, yakni, masalah persiapan, peralatan, perbekalan, mengenal topografi gunung (Navigasi), iklim, medan dan cuaca Jungle Survival dan beberapa lainya.

Yang sering membuat mereka cedera karena kurang memahami teknik dalam mendaki, misal saat turun gunung sambil berjalan, melihat tanda-tanda lintasan yang akan dilalui.

Sedangkan pengetahuan objek yang akan menjadi media mereka berkegiatan juga kurang dipahami (objektif danger), misalnya gunung api aktif, gunung belantara, binatang berbahaya, tumbuhan berbahaya dan sebagainya.

Berapa rata-rata umur para pendaki pemula? Apa biasanya yang memotivasi mereka untuk mendaki gunung?

Rata-rata pendaki pemula mereka berusia muda belia di antara 15 sampai 21 tahun, di mana dalam masa tahap mencari sebuah aktivitas yang menurut mereka sebuah kegiatan yang bisa membuktikan diri mereka kepada masyarakat, keluarga atau lingkungan bahwa mereka mampu menghadapi sebuah tantangan dan bisa melaluinya.

Kemudian yang memotivasi mereka untuk mendaki gunung, banyak faktor.
Bisa di lingkungan tempat tinggal, seperti sekolah atau media sosial. Belum lagi sekarang mudah sekali untuk mendapatkan peralatan pendakian di beberapa toko yang hampir menyebar sampai ke tingkat kota/kabupaten.

Apa tips bagi pemula yang ingin mendaki gunung?

1. Siapkan fisik, dengan cara rutin berolahraga sesuai dengan kebutuhan dalam pendakian.

2. Belajar ilmu pengetahuan dan teknik, dengan didampingi pelatih atau senior yang kompeten dalam ilmunya

3. Mencari informasi wilayah, yang akan dijadikan tempat kegiatan, misalnya dengan bertanya kepada yang sudah sering ke lokasi tersebut, media sosial, literatur, dan sebagainya.

4. Selalu didampingi dengan orang-orang yg sudah punya pengalaman dalam hal berkegiatan pendakian gunung.

5. Jangan lupa selalu infokan ke orang-orang terdekat saat bepergian ke mana, berapa lama dan dengan siapa melakukan pendakian.

6. Selalu melapor kepada pihak berwenang yang mengelola atau yang berwajib dalam pendakian.

Sejauh manakah bahaya bagi pemula jika mendaki tanpa membawa senior atau yang berpengalaman?

Besar sekali bahayanya, bukan saja tersesat dan cedera, tetapi juga bisa-bisa menyebabkan meninggal dunia atau cedera serius yang permanen.

Dari mana biasanya para pendaki pemula mendapatkan edukasi tentang mendaki gunung? Apakah selama ini pendaki pemula sudah mendapatkan edukasi yang cukup?

Pendaki pemula bisa saja mendapatkannya dari lingkungan sekolah atau media sosial.

Apa yang harus dilakukan untuk mengedukasi pendaki pemula yang akan mendaki gunung? Siapa yg cocok untuk melakukan edukasi itu?

Menyiapkan dan menyelenggarakan pelatihan yg terarah dan terukur untuk meningkatan pengetahuan mereka. Yang cocok melakukan edukasi itu bisa lembaga pemerintah, swasta, sekolah, lingkungan atau kelompok-kelompok yang mempunyai kompetensi untuk berkegiatan di alam terbuka.(*)

Baca Juga

Editor: Muhammad Haikal