Objek Wisata Ditutup Karena Corona, Bukittinggi Rela Rugi Ratusan Juta

Pengumuman penutupan objek wisata di salah satu pintu masuk Taman Panorama Bukittinggi
Pengumuman penutupan objek wisata di salah satu pintu masuk Taman Panorama Bukittinggi (KLIKPOSITIF/Haswandi)

BUKITTINGGI , KLIKPOSITIF - Pemerintah Bukittinggi menutup objek wisatanya guna mencegah penyebaran Virus Corona.

Objek yang ditutup adalah objek wisata berbayar, diantaranya adalah Taman Marga Satwa dan Budaya Kinantan (TMSBK) atau Kebun Binatang, Benteng Fort de Kock, serta Taman Panorama dan Lubang Jepang. Dua objek itu ditutup selama 14 hari, mulai Jumat 20 Maret 2020.

Selama ini dua kawasan wisata itu adalah penyumbang Pendapatan Asli Daerah (PAD) terbesar di Bukittinggi . Pertahun, miliaran rupiah didapat dari karcis masuk di objek wisata tersebut.

Baca Juga

"Tentu akan berkurang otomatis terhadap PAD efek penutupan," sebut Kepala Seksi Bina Usaha Industri Pariwisata Disparpora Bukittinggi Agung Pratama, Sabtu 21 Maret 2020.

Dalam keadaan sekarang, Agung mengatakan, diperkirakan kerugian bisa mencapai 500 juta rupiah efek dari tutupnya objek itu.

"Dari segi apapun akan mengalami kerugian, tapi harap dimaklumi kebijakan ini diambil Pemko demi mengantisipasi penyebaran COVID-19, kesehatan masyarakat lebih diutamakan," katanya.

Sebelum ditutup, tarif masuk di kawasan tersebut untuk perorangnya adalah 15 ribu bagi dewasa, 10 ribu anak-anak dan 20 ribu turis mancanegara.

Baca Juga

Penulis: Hatta Rizal | Editor: Haswandi