Warga Palupuah Agam ini Budidaya Rafflesia Secara Otodidak

"Butuh waktu sekitar 6 tahun bagi Joni untuk membudidayakan inang ini di pekarangan rumahnya"
Turis dari Eropa mengunjungi lokasi tumbuhnya bunga Rafflesia di pekarangan rumah warga Batang Palupuah Joni Hartono. (Joni Hartono.)

KLIKPOSITIF - Bunga Rafflesia arnoldii yang kini tengah mekar di pekarangan rumah Joni Hartono, warga Jorong Batang Palupuah, Nagari Koto Rantang, Kecamatan Palupuah, Kabupaten Agam, Sumbar ternyata hasil budidaya.

Joni mengaku mulai menanam inang untuk Raflesia ini 12 tahun yang lalu. Inang yang ia peroleh dari hutan ini biasa disebut oleh masyarakat Palupuah sebagai "aka dariak-dariak" atau nama ilmiahnya Tetrastigma. Sementara biji Rafflesia yang katanya berukuran lebih kecil dari biji bayam dan berwarna kecoklatan itu juga ia peroleh di hutan di Batang Palupuah.

BACA: Dua Rafflesia Mekar di Pekarangan Warga Palupuah Agam

"Saya pernah menemani beberapa turis meneliti (Rafflesia). Jadi saya curi ilmunya dan saya coba sendiri," katanya kepada KLIKPOSITIF, Rabu, 19 Oktober 2016.

Butuh waktu sekitar 6 tahun bagi Joni untuk membudidayakan inang ini di pekarangan rumahnya sampai biji Rafflesia siap diinjeksikan pada 2010 lalu. Rafflesia dan inangnya ini, kata dia, suka tumbuh di tanah yang lembab. Jika inangnya tumbuh dengan baik dan nutrisinya cukup, maka Rafflesia juga akan memiliki makanan yang cukup untuk hidup dan saat mekar kelopak bunganya bisa besar.

Dua Rafflesia yang tumbuh di pekarangannya kini memiliki diameter sepanjang 80 cm. Ini adalah Rafflesia ke-11 semenjak yang pertama mekar pada 2010 lalu. Biasa ia menginjeksikan biji Rafflesia ke dua inang sekaligus. Untuk kembali mekarnya bunga baru, butuh waktu 8 bulan sampai 1 tahun.

"Saya menunggu lama sampai bisa membudidayakan Rafflesia ini. Tidak mudah memang,"  ujar lulusan salah satu SMA di Bukittinggi itu.

[Satria Putra]