Ini Fakta Tentang Lava Biru di Indonesia

Kawah Ijen
Kawah Ijen (National Geographic)

KLIKPOSITIF - Ada banyak tempat-tempat menarik di dunia ini yang membuat suatu negara menjadi istimewa dan menjadi ikon negara tersebut. Misal air terjun Niagara yang berada di garis perbatasan internasional antara negara bagian Amerika Serikat New York. Atau juga Gurun Sahara di Afrika dan tembok besar di Cina.

Indonesia, tentu juga punya banyak tempat menarik yang bahkan telah diakui dunia. Jika selama ini kita mengenal Candi Borobudur, Pulau Bali, Raja Ampat dan beberapa lainnya sebagai destinasi wisata ikonik Indonesia, maka ada fenomena alam yang tak kalah unik di Indonesia yakni Blue Fire di Kawah Ijen! Fenomena blue fire ini hanya ada di dunia, di Indonesia dan satu lagi di Islandia.

Gunung berapi yang terletak di perbatasan Bondowoso dan Banyuwangi, Jawa Timur ini menyemburkan larva berwarna biru, yang tak biasa ditemukan di gunung berapi lainnya. Kok bisa? Warna biru ini berasal dari pembakaran gas belerang yang melakukan kontak dengan udara pada suhu di atas 360 derajat Celcius. Diketahui, Kawah Ijen ini mengandung gas belerang dengan kuantitas besar, bertekanan tinggi dan suhu yang kadang-kadang lebih dari 600 derajat Celcius. Gas ini kemudian keluar bersama dengan
lava.

Baca Juga

Nah, saat kontak dengan oksigen di udara dan dipicu oleh lava, sulfur mudah terbakar dan memicu api yang berwarna biru cerah. Hal inilah yang kelihatannya seolah-olah ada lava biru mengalir di gunung. Meski demikian, efek ini hanya terlihat pada malam hari. Di siang hari, lava yang muncul tampilannya tak berbeda dengan lava di gunung lain, masih memancarkan warna merah atau oranye.

Untuk menuju Kawah Ijen bisa ditempuh melalui 2 jalur yaitu, barat dan timur. Para pendaki lebih banyak memilih jalur barat, karena terbilang mudah dan hanya memerlukan waktu 1,5 jam dari ujung jalan menuju tepi danau. Dengan rute sebagai berikut:

Surabaya – Bondowo 191 Km dengan bus
Bondowoso – Sempol 165 Km dengan bus
Sempol – Banyupait 14 Km dengan bus
Banyupait – Paltuding 4Km dengan mobil
Paltuding – Kawah Ijen 3 Km dengan jalan kaki

Sedangkan untuk jalur timur, rutenya sebagai berikut:

Denpasar – Banyuwangi 140 Km dengan bus / ferry
Banyuwangi – Jambu 18Km dengan mobil
Jambu – Kawah Ijen 21 Km dengan berjalan kaki

Dibutuhkan waktu 6-7 jam perjalanan dengan jalan kaki dari desa Jambu ke Kawah Ijen dengan keadaan jalan yang licin dan berbahaya. Waktu yang disarankan untuk berkunjung ke Kawah Ijen adalah pada musim kemarau sekitar April – Oktober sehingga jalanan di sekitar lokasi tidak licin dan lebih aman.

Berbagai Sumber

Editor: Elvia Mawarni