"Basikakeh Roda Basi" Siap menjadi Iven Tahunan Kota Solok

Walikota Solok H. Zul Elfian bersama Ketua DPRD Kota Solok Yutriscan melepaskan benih belut usai pembukaan Basikakeh Roda Basi.
Walikota Solok H. Zul Elfian bersama Ketua DPRD Kota Solok Yutriscan melepaskan benih belut usai pembukaan Basikakeh Roda Basi. (KLIKPOSITIF/Syafriadi)

SOLOK, KLIKPOSITIF -- Usai menggelar lomba pacu upieh "pelepah pinang" bagi anak-anak, jelang pembukaan Lomba Masin Bajak "Basikakeh Roda Basi" juga disuguhkan peragaan seni tradisi silek tuo. Uniknya, silek ini dilakukan dalam hamparan sawah yang siap dipanen.

Terlihat sejumlah pandeka turun memperagakan jurus aliran silek tuo yang ada di lingkungan Kubuang XIII. Gerakan silat yang penuh makna dan arti menjadi hiburan tersendiri bagi masyarakat.

baca juga: Akrab Dengan Teknologi, Anak Muda Punya Peluang Besar Mengembangkan Usaha

Bahkan, Walikota Solok H. Zul Elfian, Ketua DPRD Yutriscan, Dandim 0309 Solok Letkol (inf) Irwan Harjatmono turun ke psawah untuk menonton langsung.

Walikota Solok, Zul Elfian dalam sambutannya pada pembukaan "Basikakeh Roda Basi" mengatakan, kegiatan lomba mesin bajak yang dipadukan dengan lomba pacu upieh, pelepasan benih belut dan seni silek tuo menjadi hiburan tersendiri bagi masyarakat Solok.

baca juga: Jamin Keamanan Pangan, Pemko Sediakan Pondok Uji Gratis di Pasar Raya Solok

"Saatnya kita mengajarkan kepada generasi muda pentingnya arti sawah sebagai lahan pertanian tempat dihasilkannya beras Solok yang sudah dikenal di Indonesia, bahkan mancanegara," ujarnya dihadapan ratusan warga yang datang.

Dari tanah inilah beras dengan berbagai varietas terbaik dihasilkan, baik Anak daro, Sokan, Caredek dan lainnya. Walikota juga mengajak warga untuk melestarikan sawah Solok di tengah kebutuhan tanah yang tinggi untuk pemukiman di Kota Solok .

baca juga: Pemko Pariaman Belajar Strategi Pengelolaan Wisata Sejarah ke Walikota Medan

Selain sebagai lahan pertanian, sawah Solok juga menyimpan berbagai pesona wisata alam yang menakjubkan. Bagi masyarakat luar, berwisata di sawah menjadi hal yang menarik.

Untuk menggali wisata sawah Solok, sebelumnya juga telah dilakukan lomba foto landscape sawah Solok. "Peminatnya banyak, bahkan juga ada peserta dari mancanegara," beber Zul Elfian.

baca juga: Kasus Covid-19 Kota Solok Bertambah Sembilan, Enam Diantaranya Kontak Erat

Sementara itu, Ketua DPRD Kota Solok mengaku sangat mengapresiasi alek Nagari "Basikakeh Roda Basi" yang diinisiasi oleh Komunitas Gajah Maharam, Pemuda Sinapa dan Dinas Pertanian Kota Solok .

"Kerja keras panitia terbayar dengan tingginya antusiasme masyarakat untuk menyaksikan alek nagari ini, kami sangat mendukung acara ini," beber Yutriscan.

Menurut Yutriscan, wacana iven untuk memperkenalkan sisi wisata sawah Solok itu lahir dari Komunitas Gajah Maharam dan akhirnya bisa terealisasi berkat kerjasama semua pihak. Ide-ide kreatif generasi muda sangat dibutuhkan dalam membangun wisata Kota Solok .

"Kita akan dukung dengan segala potensi yang ada, Insha Allah iven ini siap menjadi kalender tahunan di sawah Solok," tukas Yutriscan.

Ketua Pelaksana, Anas Rido Dt. Tandan Palindih menyampaikan, awalnya panitia merencanakan acaranya menggunakan bajak kerbau karena memang ingin lebih tradisional. Namun, karena susah mencarinya, panitia pun menjatuhkan pilihan dengan menggunakan mesin bajak.

Puluhan peserta dari berbagai kelompok tani ikut ambil bagian dalam pacu mesin bajak perdana di Solok ini. Kurang lebih ada 20 peserta di nomor mesin bajak Sinka dan ada 20 perwakilan kelompok tani peserta di nomor mesin bajak kura-kura.

"Kami berharap acara ini bisa semakin menyadarkan akan pentingnya arti sawah dan menjaga kelestariannya," sebut Anas Rido.

Usai pembukaan, Walikota Solok bersama ketua DPRD, Dandim 0309 Solok turun ke sawah melepaskan benih belut secara simbolis. Belut sendiri menjadi lauk favorit bagi warga Solok.

Keseruan semakin memuncak saat walikota bersama Ketua DPRD, Ketua Komisi III, Dandim 0309 Solok mencoba menjajal track dengan menggunakan mesin bajak jenis kura-kura.

[Syafriadi]

Penulis: Agusmanto