Jumlah Wisatawan  ke Sumbar Menurun, Faldo: Solusinya One Man One Tourist

Faldo Maldini
Faldo Maldini (ist)

PADANG, KLIKPOSITIF Jumlah kunjungan wisatawan ke Sumatra Barat mengalami penurunan. Data BPS, total kunjungan wisatawan mancanegara ke Sumbar turun sebesar 23.06 persen. Per September 2017, kunjungan wisman secara nasional juga turun 13 persen.

Faldo Maldini, pendiri pulangkampuang.com, menilai, banyak faktor memengaruhi turunnya jumlah kunjungan wisatawan. Menurutnya, salah satu faktor paling berpengaruh adalah anggaran promosi pariwisata sangat minim.

baca juga: Jelang Hari Pariwisata Sedunia, Ini Harapan Kemenparekraf

"Pasti banyak faktor yang memengaruhi, tetapi yang paling dapat kita ukur adalah anggaran promosi. Di Kota Padang saja, saya sudah cek, hanya sekitar Rp500 juta setiap tahun, di luar iven. Kita sulit bersaing dengan daerah-daerah lain di Indonesia yang punya anggaran dua kali lipat daripada kita," ujar mantan Ketua BEM Universitas Indonesia itu di Padang baru-baru ini. 

Untuk menyiasati keterbatasan tersebut, Faldo mengajak semua elemen masyarakat untuk berkontribusi. Ia meyakini pemerintah tidak akan mampu mengatasi masalah tersebut sendirian.

baca juga: Ketua DPRD Pariaman Sebut SDM Pelaku Wisata Jadi Persoalan Wisata di Pariaman

"Uang Rp500 juta dipakai untuk pasang baliho di Malaysia, mungkin cuma cukup untuk sepuluh titik satu bulan. Itu pun kita tidak tahu dampaknya. Namun, kalau masyarakat Sumbar, terutama masyarakat Padang, yang di kampung dan di rantau diajak mempromosikan Padang lewat sosial media mereka, biayanya tentu tidak akan besar. Selain itu, seluruh dunia pun bisa melihatnya, apalagi ada tokoh netizen seperti Pras Teguh yang populer se-Indonesia. Dia harusnya bisa bercerita lebih banyak soal Padang. Selama ini, dia lebih banyak ketawa saja," tutur Faldo, teman akrab Pras Teguh itu.

Faldo melihat potensi Kota Padang sangat besar dalam mendorong jumlah kunjungan wisata ke Sumatra Barat. Namun, potensi tersebut tidak mampu dimanfaatkan.

baca juga: Wagub Sumbar: Ayo Kita Dukung dan Menangkan Kampung Sarugo

"Penerbangan langsung Jakarta--Padang lebih dari 20 pesawat sehari, tetapi kunjungan kita bisa kalah sama Banyuwangi yang tahun ini baru ada pesawat langsung dari Jakarta. Padang harusnya menjadi faktor pendorong yang bisa meningkatkan jumlah wisatawan ke seluruh Sumatra Barat. Kalau Padang susah mendorong, seluruh Sumatra Barat juga akan sulit bergerak," ucap anggota Komite Pengembangan Usaha dan Risiko Garuda Indonesia itu. 

Faldo menyebut konsepnya, "one man, one tourist", sebagai salah satu solusi untuk meningkatkan angka kunjungan wisatawan ke Padang. Ia meyakini setiap warga negara memiliki kemampuan untuk mendatangkan satu orang wisatawan setiap tahunnya.

baca juga: Ridwan Tulus: Green Tourism Solusi Pariwisata di Tengah Pandemi

"Seandainya, setiap orang Padang menjadi salesman Kota Padang, pasti akan ada ratusan ribu turis datang setiap tahunnya. Kalau ada 300.000 orang ikut berkampanye, akan ada 300.000 kunjungan wisata tambahan setiap tahunnya. Jika satu turis menghabiskan Rp1 juta, akan ada tambahan uang beredar Rp300 miliar di tengah masyarakat. Kedai-kedai kita akan hidup semuanya. Lapangan kerja akan bertambah," ucap mantan ketua Perhimpunan Pelajar Indonesia Inggris Raya itu. 

Faldo berpendapat, masyarakat dapat dilibatkan lebih banyak dalam mempromosikan pariwisata Padang. Pemerintah Kota  Padang dapat mengajak masyarakat untuk menyelesaikan berbagai permasalahan bersama-sama.

"Bagi saya, solusi itu ada pada masyarakat. Kalau masyarakat bisa diajak ikut gerak, pemerintah tidak perlu repot-repot mengurusi dari A sampai Z. Saya yakin orang Padang bisa diajak bekerja sama. Selesai masalah semuanya, kalau tokoh-tokoh kita ikut bergerak. Saya harap banyak dukungan untuk kampanye ini," ucap Faldo. (*)

Penulis: Pundi F Akbar