Ingin Menikmati Lebaran di Bukittinggi? Coba Kunjungi 7 Objek Wisata Ini

Jam Gadang
Jam Gadang (KLIKPOSITIF/Haswandi)

BUKITTINGGI , KLIKPOSITIF -- Kota Bukittinggi merupakan salah satu kota wisata yang berada di Provinsi Sumbar. Dengan luas 25 kilometer persegi, kota ini pernah menjadi pusat ibukota RI pada masa PDRI (Pemerintah Darurat Republik Indonesia).

Kota Bukittinggi berjarak sekitar 95 kilometer dari Kota Padang. Jika dari Bandara Internasional Minangkabau (BIM), maka akan tiba di Kota Bukittinggi setelah menempuh sekitar dua jam perjalanan.

baca juga: Truk Terguling, Flyover Bukittinggi Ditutup Sementara

Nah, jika saat libur lebaran 2019 ini anda memilih Kota Bukittinggi sebagai tempat tujuan liburan, sebaiknya kunjungi 7 destinasi wisata ini :

1.    Jam Gadang

baca juga: Pabrik Tahu dan Sejumlah Rumah Terbakar di Bukittinggi

Jam Gadang dibangun pada tahun 1926 yang merupakan hadiah dari Ratu Belanda kepada Rook Maker, sekretaris atau controleur Fort de Kock (sekarang Kota Bukittinggi ) pada masa pemerintahan Hindia Belanda.

Jam Gadang disebut-sebut sebagai kembaran dari Big Ben di London Inggris, karena kedua mesin jam ini sama-sama dibuat oleh Vortmann Relinghausen dari Jerman.

baca juga: Diisukan Membelot, Ini Klarifikasi Politisi Partai Gerindra Bukittinggi

Menara jam setinggi 26 meter ini sangat populer dan menjadi tujuan wajib bagi sebagian besar pengunjung jika berliburan di Bukittinggi . Lokasinya sangat strategis, karena terletak di jantung kota, yakni di kawasan Pasar Atas.

Setelah dibuka pasca pemugaran, kawasan Jam Gadang terus dipadati pengunjung. Tempat ini jadi lebih menarik, terutama pada malam hari, karena ada air mancur menari yang mengikuti irama musik, serta air terjun mini bertingkat yang disorot lampu warna warni.

baca juga: Cegah Potensi Pelanggaran, Kontestan Pilkada di Bukittinggi Deklarasi Tolak Politik Uang

Objek wisata ini gratis atau tidak dipungut biaya masuk.Jika mau belanja usai menikmati keindahan Jam Gadang, Pasar Lereng dan Pasar Atas yang berada dekat dengan Jam Gadang bisa menjadi pilihan anda. Jika anda pecinta kuliner, juga tersedia masakan kapau di Los Lambuang, yang lokasinya tak jauh dari Jam Gadang.

 2.    Taman Marga Satwa Budaya Kinantan (TMSBK)

TMSBK atau yang lebih dikenal dengan Kebun Binatang, merupakan warisan dari penjajahan Belanda dan menjadi salah satu kebun binatang tertua di Indonesia. Awalnya tempat itu hanyalah taman bunga pada tahun 1900-an. Baru pada tahun 1929 taman itu dijadikan kebun binatang.

Ada ratusan koleksi binatang di tempat ini, mulai Gajah, Harimau Sumatera, Singa Afrika, Beruang, Tapir, Ular, Buaya dan aneka binatang lainnya ada di sini.

Selain bisa melihat aneka binatang, dalam TMSBK ini juga ada bangunan aquarium yang memajang banyak koleksi dari berbagai jenis ikan. Di sebelahnya juga ada Museum Zoologi yang memamerkan koleksi-koleksi binatang mati yang telah diawetkan.

Tak hanya itu, dalam lingkungan TMSBK ini juga ada Rumah Adat Baanjuang yang dibangun pada 1935. Tempat ini menghimpun benda-benda bersejarah dan budaya Minangkabau.

Selain itu, TMSBK ini juga tersambung dengan Benteng Fort de Kock, melalui Jembatan Limpapeh. Jembatan gantung itu memiliki lebar sekitar 3,8 meter dengan Panjang 90 meter.

Jadi, dengan masuk TMSBK, dapat menikmati berbagai fasilitas lainnya seperti Aquarium, Museum Zoologi, Rumah Adat Baanjuang, Jembatan Limpapeh dan Benteng de Fort de Kock.

Lokasi TMSBK itu sendiri mudah dijangkau, yakni berada di Jalan Cinduo Mato Pasar Atas. Hanya berjalan kaki sekitar lima menit dari Jam Gadang, maka anda akan tiba di TMSBK. Biaya masuk dipatok Rp15 ribu untuk dewasa dan Rp10 ribu untuk anak-anak.

3.    Benteng Fort de Kock

Benteng Fort de Kock juga merupakan warisan penjajahan Belanda yang terletak di Jalan Yos Sudarso, Pasar Atas. Konon benteng ini dibangun pada tahun 1825 oleh Kapten Bauer.

Pada setiap sisinya terdapat meriam ukuran kecil, yang merupakan tempat pertahanan pemerintahan Belanda melawan rakyat dalam Perang Paderi.

Kekinian, tempat ini dilengkapi wahana sepeda gantung dan spot yang instagramable untuk memanjakan pengunjung milenial.

Biaya masuk ke tempat ini sama dengan TMSBK. Hanya saja, jika masuk di gerbang TMSBK, maka bisa ke Benteng Fort de Kock dengan gratis, begitu juga sebaliknya jika masuk dari Benteng Fort de Kock, akan bisa masuk TMSBK secara gratis melewati Jembatan Limpapeh.

 4.    Taman Panorama

Taman Panorama terletak di Jalan Panorama, Kayu Kubu. Dari tempat ini, pengunjung bisa menikmati keindahan alam Ngarai Sianok dari ketinggian. Selain pemandangan indah, rindangnya pepohonan berukuran besar ditambah udara sejuk membuat pengunjung bisa betah duduk-duduk di gazebo.

Jika membawa keluarga, ada taman bermain anak, seperti papan seluncuran dan yang lainnya.

Sementara jika ingin berbelanja, ada tempat khusus bagi pedagang yang menjual souvenir, pakaian. Seniman yang menjual lukisan juga ada di tempat ini.

Tak hanya itu, dalam Taman Panorama juga ada Lubang Jepang dibangun pada tahun 1942.

Untuk masuk ke Taman Panorama, tiket masuk Rp15 ribu untuk dewasa dan Rp10 ribu untu anak-anak. Tidak ada biaya tambahan jika ingin masuk ke Lubang Jepang.

 5.    Lubang Jepang

Lubang Jepang merupakan terowongan yang dibangun zaman penjajahan Jepang. Terowongan ini memiliki puluhan terowongan kecil dengan fungsi yang berbeda, seperti ruang amunisi, ruang penjara, ruang dapur dan sebagainya.

Namun yang dibuka untuk umum hanya sekitar 1,5 kilometer. Jika dari gerbang menyusuri terowongan itu, maka akan sampai diujungnya dalam waktu 20 menit atau lebih.

Jika ingin merasakan sensasi yang berbeda dengan objek wisata lainnya, maka Lubang Jepang bisa menjadi pilihan.Selain akan merasakan dinginnya udara dalam terowongan ini, banyak pengunjung yang mengaku merinding ketika menyusuri lorong ini.

Jika masuk dari Taman Panorama, maka tidak dipungut biaya tambahan untuk masuk ke Lubang Jepang.

 6.    Ngarai Sianok

Ngarai Sianok merupakan lembah curam yang terletak di perbatasan Kota Bukittinggi dan Kabupaten Agam. Diperkirakan tinggi ngarai ini mencapai 100 meter atau lebih.

Selain bisa menikmati Sungai Batang Sianok serta keindahan alam Ngarai Sianok, ada beberapa tujuan wisata yang terletak di Kawasan Ngarai Sianok, diantaranya Great Wall of Koto Gadang, yang menghubungkan Kota Bukittinggi dengan Nagari Koto Gadang Kabupaten Agam. Tempat ini disebut Tembok China-nya Indonesia, karena anak tangga yang dibuat mirip seperti Tembok China.

Selain itu, juga ada Janjang Saribu di Kawasan Ngarai Sianok. Janjang Saribu berbeda dengan Great Wall of Koto Gadang. Meski demikian, kedua objek wisata ini bisa dikunjungi tanpa harus membeli karcis masuk.

 7.    Ngarai Maaram

Jika ingin berekreasi bersama keluarga besar tanpa banyak mengeluarkan biaya, mungkin Taman Ngarai Maaram cocok bagi anda. Tempat ini dilengkapi fasilitas permainan anak, berupa papan seluncuran.

Taman ini juga terkenal dengan jembatan selfie nya, karena di atas jembatan, banyak pengunjung yang swafoto dengan latar keindahan alam Ngarai Sianok.

Tidak ada biaya masuk untuk menikmati taman ini. Pengunjung hanya mempersiapkan uang parkir kendaraan yang sesuai standarnya.

Ngarai Maraam ini berlokasi di Kelurahan Kayu Kubu, tak jauh dari Kantor PMI (Palang Merah Indonesia) Bukittinggi , dan berada di samping bagian belakang RSAM (Rumah Sakit Achmad Mochtar) Bukittinggi . (*)

Penulis: Iwan R