Tabuik Pariaman Diusulkan sebagai World Heritage pada 2020

Wali Kota Pariaman, Genius Umar
Wali Kota Pariaman, Genius Umar (Ist)

PARIAMAN, KLIKPOSITIF -- Tabuik Pariaman diusulkan untuk menjadi warisan dunia (World Heritage), yang dikelola oleh United Nations Educational, Scientific and Cultural Organisation (UNESCO).

Perihal itu dikatakan oleh Walikota Pariaman, Genius Umar saat Press Conference iven Pesona Hoyak Tabuik Piaman 2019.

baca juga: Hobi Bercocok Tanam? Koleksi Tanaman Hias Paling Dicari Ini

"Tabuik Pariaman sudah ada sejak abad ke-18, dan pemerintah Kota Pariaman akan selalu merawat tradisi budaya tersebut, untuk itu, di tahun 2020 mendatang, kami akan mengusulkan agar Tabuik Pariaman ini masuk sebagai salah satu warisan dunia", ujar Walikota Pariaman, Genius Umar ketika memberikan pernyataan di Press Conference event Pesona Hoyak Tabuik Piaman 2019, Rabu (4/9/2019) di ruang rapat Walikota Pariaman.

UNESCO sendiri adalah organisasi yang merawat dan mencatat warisan-warisan yang ada di dunia, yang telah dinominasikan untuk program Warisan Dunia internasional yang dikelola UNESCO World Heritage Committee.

baca juga: Antisipasi Kontraksi Ekonomi Lanjutan, Ini Saran Anggota DPR pada Pemerintah

"Sebuah Situs Warisan Dunia adalah suatu tempat Budaya dan Alam, serta benda yang berarti bagi umat manusia dan menjadi sebuah Warisan bagi generasi berikutnya. Program ini bertujuan untuk mengkatalog, menamakan, dan melestarikan tempat-tempat yang sangat penting agar menjadi warisan manusia dunia", tuturnya lebih lanjut.

Festival Tabuik merupakan salah satu tradisi tahunan di dalam masyarakat Pariaman. Perhelatan tabuik merupakan bagian dari peringatan hari wafatnya cucu Nabi Muhammad SAW, yaitu Hussein bin Ali di Padang Karbala.

baca juga: BMKG Dorong Penelitian Megatrust dan Tsunami

"Menurut kisah yang diterima masyarakat secara turun temurun, dan yang ditulis di dalam artikel-artikel, baik cetak dan online, bahwa Tabuik ini diperkirakan muncul di Pariaman sekitar tahun 1826-1828 Masehi, sama dengan traktat (perjanjian) london", jelasnya.

"Jadi dengan adanya bukti sejarah tersebut, maka sudah selayaknya lah bahwa Tabuik Pariaman hendaknya dapat terus kita budayakan agar tak lekang oleh waktu dan zaman, dengan mendaftarkan sebagai salah satu Warisan Dunia", tukasnya.

baca juga: Simak Penjelasan Geolog UGM Ini Terkait Ramai Isu Gempa Besar dan Tsunami di Jawa

Genius Umar yang merupakan lulusan S3 IPB ini juga menjelaskan bahwa untuk Festival Tabuik Pariaman 2019 kali ini agak sedikit berbeda, dimana kita juga akan membuat satu tabuik lenong untuk masing-masing kecamatan.

"Nanti di anjungan Pantai Gandoriah, ada 4 (empat) Tabuik Lenong, dimana berasal dari 4 Kecamatan yang ada di Kota Pariaman, yang akan kita bariskan disana. Untuk menambah semarak, kita juga meminta agar seluruh Kepala Desa dan Lurah, untuk memakai baju adat dan turut menjadi penabuh gendang tambua dan tasa nantinya", ulasnya.

Dengan nanti tercatatnya Tabuik Pariaman sebagai salah satu World Heritage, akan menjadi daya tarik yang lebih besar turis mancanegara, untuk menyaksikan secara langsung kemeriahan pelaksanaan Tabuik Pariaman ini,

"Festival Tabuik Pariaman ini, merupakan core event pariwisata nasional dan merupakan salah satu kekayaan budaya Minangkabau", tutupnya. (Rehasa)

Penulis: Eko Fajri