Objek Wisata Banyak, DPRD Pasbar: Belum Terkelola Maksimal

Wakil Ketua DPRD Pasaman Barat, Daliyus K
Wakil Ketua DPRD Pasaman Barat, Daliyus K (KLIKPOSITIF/ Irfan Pasaribu)

PASAMAN BARAT, KLIKPOSITIF -- DPRD Pasaman Barat ( Pasbar ) menilai kondisi objek wisata yang ada, belum maksimal dikelola dengan baik oleh pemerintah daerah setempat.

Menurut Wakil Ketua DPRD Pasbar , Daliyus mengatakan, Pasbar itu sangat berpotensi untuk dijadikan daerah objek wisata. Sebab di Pasbar memiliki laut, sungai dan pegunungan.

baca juga: Gunakan Dana Stimulan, Pemnag Kajai Pasbar Bedah 16 Rumah Warga

"Namun sejauh ini belum terlaksana dengan baik oleh dinas terkait. Pengembangan objek wisata untuk menarik minat wisatawan lokal dan non lokal, belum terlihat dilakukan secara maksimal," katanya kepada KLIKPOSITIF , Senin (14/10).

Selain itu, menurutnya tinggal pengembangan untuk meningkatkan minat wisatawan dengan melakukan pembenahan dalam hal sarana dan prasarana.

baca juga: Heboh Hilangnya Thermo Gun Milik BPBD Pasbar, Ini Kata Polisi

Ia menjelaskan, sejumlah tempat wisata di Pasbar banyak memiliki potensi untuk meningkatkan PAD Pasbar , seperti Pantai Pohon Seribu Sasak, Muaro Binguang, Pantai Air Bangis, Pulau Panjang, Pantai Maligi, Pantai Sikabau, Air Terjun Sarasah, Lobang Jepang Talu, Danau Laut Tinggal dan masih banyak yang lainnya.

Namun ini tidak begitu serius dikembangkan, sarana dan prasarana harus jadi hal yang utama untuk menarik wisatawan. "Di Pasbar itu kaya dengan lokasi wisata dan masih terjaga keasriannya," ungkapnya.

baca juga: Heboh Thermo Gun Hilang di Meja Piket BPBD Pasbar, Edi Busti: Bukan Dipinjam, Tapi Dicuri

Selain itu kata Daliyus, setiap pembenahan sarana dan prasana di suatu objek wisata hendaknya pemkab harus sejalan dengan keinginan masyarakat nya sendiri, terutama disekitar objek wisata.

Kedepan DPRD akan mendorong peningkatan dan memasukkan pariwisata sebagai salah satu prioritas di anggaran tahun 2020. Disamping wisata pantai yang paling mencolok di Pasbar , bagi Daliyus wisata budaya sangat menarik.

baca juga: Bupati Pasbar: Sejumlah Siswa Tidak Nyaman Dengan Penerapan Protokol Kesehatan

"Wisata budaya bisa menjadi hal yang menarik jika dikelola dengan baik, seperti berwisata di Rumah Adat Tuanku Bosa Talu," jelasnya.

Selain rumah Adat Tuanku Bosa Talu, hendaknya berinisiatif membuat wadah untuk menyajikan adat budaya tiga etnis di Pasbar yakni, minang, mandailing dan jawa. "Dengan menyediakan ruang, ini akan menjadi suatu hak yang menarik untuk wisata budaya.

DPRD akan selalu mendukung pemerintah dalam mengembangkan potensi yang ada untuk mendongkrak PAD di dunia wisata. Perda sudah diterbitkan, namun untuk mendongkrak pendapatan belum berjalan secara maksimal.

"Kita minta pemkab pasbar lebih giat memungut retribusi, sebab pemungutan belum berjalan secara optimal. Sudah berjalan ada, tapi belum maksimal," ujarnya.

Nantinya DPRD akan membuat kebijakan, dalam artian kebijakan anggaran dan akan memaksimalkan anggaran pariwisata kedepannya. Ia pun tidak menapik selama ini pariwisata kurang diperhatikan.

"Kita sepakat pariwisata masuk dalam agenda prioritas dan menjadi perhatian dewan. Sebab selama ini anggaran banyak tersedot untuk infrastruktur di daerah tertinggal, kedepan pariwisata akan diprioritaskan," tutupnya. [Irfan Pasaribu]

Penulis: Eko Fajri