Mengenal 'Talun Tujuh Bidadari' Objek Wisata di Indrapura Selatan Pessel

Talun Tujuh Bidadari Indrapura Selatan
Talun Tujuh Bidadari Indrapura Selatan (Imam Tampani)

PESSEL , KLIKPOSITIF  -- Sebagian besar orang mungkin sudah ada yang mengenal objek wisata baru 'Talun Tujuh Bidadari' dan mungkin saja baru mulai mendengar objek wisata ini, karena memang belum banyak diketahui.

Objek wisata ini, terletak di Nagari Indrapura Selatan, Kecamatan Pancungsoal bagian selatan Kabupaten Pesisir Selatan , Sumatera Barat. 

baca juga: Jalan Langgai Pessel Rusak dan Jembatan Lapuk

Jika mendengar bidadari, nama tempat itu tidak bisa dilepaskan dari mitos atau cerita tetua setempat. Kerena namanya sendiri disematkan dari sana.Konon itu dulunya diceritakan sebagai tempat persinggahan dan pemandian tujuh bidadari.

Selain air terjun (talun) yang tiga tingkat, tempat ini juga memiliki objek lain seperti, ngalau atau gua, batu tebing dan pemandangan alam yang indah.

baca juga: Dua Minibus "Adu Kambing" di Jalan Nasional Lengayang Pessel, Satu Korban Meninggal Dunia

Sebagai objek wisata yang mulai dikenal dan berkembang, kini baru dikelola secara swadaya masyarakat dan pemilik lahan setempat. Setidaknya, kini tempat tersebut telah menjadi khas untuk menambah objek wisata di daerah setempat.

"Alhamdulillah masyarakat cukup senang saat berkunjung. Selain air terjun, pengujung juga bisa camping dan atraksi lainnya," ungkap Imam Tampani Ketua Pengelola sekaligus Ketua Bumnag Nagari setempat pada KLIKPOSITIF .

baca juga: Pilkada Pessel, Tim Rusma Yul Anwar Bantah Minta Miliaran Rupiah Pada Calon Pendamping

Menurut Imam Tampani, tempat ini awal mulanya ditemukan oleh kakeknya saat membuka lahan 1979. Dan saat itu sampai 1998 diisi kebun kopi dan karet. Hingga 2000-an diperluas menjadi 2 hektare.

Belum terpikir untuk digarap apa. Hingganya tahun 2006 terpikir untuk dijadikan objek wisata, dan tahun 2016 dibuka sampai tahun 2018 terus dikembangkan sampai sekarang.

baca juga: Pastikan Data Pemilih, KPU Pessel Ajak Masyarakat Ikut Gerakan Klik Serentak Pilkada 2020

"Berkat semangat dan dukungan kawan-kawan. Sampai sekarang masih kami kelola secara swadaya dan Alhamdulillah sudah mulai tampak hasil," terangnya.

Waktu objek wisata ini dibangun, belum dilengkapi fasilitas dan akses jalan yang memadai. Tapi sekarang, sudah bisa ditempuh menggunakan sepeda motor menuju lokasi.

Saat menempuh jalan ini, pengunjung hanya bertemu jalan kerikil sepanjang 1 kilometer, dan jalan setapak tanah 1,5 kilometer. Peta jalannya melalui permukiman warga, sawah dan ladang. Setelah itu baru-lah sampai di lokasi.

Ketika mengunakan motor akan menghabiskan waktu sekitar 15 menit jarak tempuh dari simpang tiga Telun (nama simpang jalan nagari setempat), dan 30 menit dari simpang Padang-Bengkulu, tepatnya sebelah kiri dari Painan (utara) dan kanan dari Tapan dan Silaut (selatan).

"Kalau kondisi aksesnya sudah lebih bagus. Maka, akan lebih cepat, dan pengujung-pun tidak akan merasa lelah saat sampai di sini," tutupnya.

[Kiki Julnasri]

Penulis: Iwan R