Setelah Wabah Berakhir, Seperti Apa Tren Pariwisata Nantinya?

Jalan Kelok 44 dengan latar Danau Maninjau di Kabupaten Agam-Sumbar
Jalan Kelok 44 dengan latar Danau Maninjau di Kabupaten Agam-Sumbar (KLIKPOSITIF/Haswandi)

KLIKPOSITIF - Usai pandemi COVID-19, sektor pariwisata dunia akan mengalami perubahan tren. Destinasi- destinasi wisata disiapkan dengan mengedepankan prinsip sustainable tourism, termasuk di dalamnya soal kesehatan dan keamanan.

Hal ini dikemukakan Sekretaris Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf), Ni Wayan Giri Adnyani.

baca juga: Disparpora Agam Dorong Terbentuknya Pokdarwis

"Kami akan menyiapkan destinasi sesuai dengan kondisi new normal. Destinasi wisata disiapkan dengan mengedepankan prinsip sustainable tourism, termasuk di dalamnya soal kesehatan dan keamanan," katanya, saat diskusi virtual dengan tema Industry Roundtable Tourism and Hospitality Industry Perspective, Jakarta, Jumat (24/4/2020).

Pandemi COVID-19 melanda hampir 200 negara, termasuk Indonesia, dan telah membawa perubahan dunia, termasuk di sektor pariwisata . Usai pandemi, tren berwisata diperkirakan akan mengalami perubahan.

baca juga: Buka Wisata Awards, Irwan Prayitno Katakan Pertumbuhan Ekonomi Sumbar Tumbuh Positif

Ni Wayan Giri menambahkan, pemerintah membagi tiga tahapan dalam penanganan COVID-19, yakni masa tanggap darurat, pemulihan, dan normalisasi. Pemerintah juga telah merealokasi anggaran dan menerapkan program khusus selama masa tanggap darurat COVID-19.

"Realokasi akan diarahkan untuk berbagai macam program yang sifatnya dukungan pada masa tanggap darurat untuk membantu sektor pariwisata dan ekonomi kreatif. Di forum ini, kami juga minta untuk bisa berkolaborasi dengan berbagai pihak dalam menghadapi situasi saat ini," katanya.

baca juga: Bus Terbalik Saat Menanjak di Jalan Objek Wisata Kabupaten Solok, Begini Kondisi Penumpang

Pada kesempatan tersebut hadir sebagai narasumber Founder & Chairman MarkPlus, Inc, Hermawan Kartajaya, Wakil Gubernur Bali Tjokorda Oka Artha Ardana Sukawati, serta Ketua GIPI Bali Ida Bagus Okanentru Agung Partha.

Hemawan mengatakan, sektor pariwisata adalah sektor paling terdampak pandemi dan memiliki imbas kepada sektor lain.

baca juga: Pantai-pantai Tersembunyi di Bali Ini Tawarkan Pesona Eksotis

"Sekarang semua sadar ketika pariwisata stop, ekonomi juga stop. Semua baru sadar bahwa pariwisata adalah tulang punggung ekonomi. COVID-19 ini menarik, karena pariwisata tak akan pernah sama lagi," kata Hermawan.

Menurutnya, walau diterpa COVID-19, Bali menjadi contoh bagus dalam mengkombinasikan "God, people, nature" dalam sektor pariwisata . Ia memprediksi, setelah COVID-19 akan semakin banyak wisatawan yang menuntut pariwisata tidak hanya dari segi harga, tetapi juga keberlangsungan lingkungan di destinasi tujuan.

Mereka ingin destinasi berkualitas dengan alam dan keamanan lebih baik, sistem mitigasi, di mana bisa terjadi dengan menggabungkan ketiga unsur tersebut.

"Kalau bicara bertahan atau surviving, itu sudah pasti. Sekarang tinggal bicara preparing atau mempersiapkan ketika wisatawan kembali setelah COVID-19. Bali jadi contoh dan punya ketahanan. Nusa Tenggara Barat juga sekarang sedang preparing, karena melihat potensi di masa depan. Seperti yang sudah saya katakan, daerah-daerah tersebut sadar bahwa pariwisata adalah penggerak ekonomi," kata Hermawan.

Editor: Haswandi