Pengelola Ekowisata di Amping Parak Pessel Masih Tutup Pelayanan Untuk Pengunjung Umum

Kondisi objek ekowisata koservasi penyu di Nagari Amping Parak-Pessel saat ditutup karena pandemi
Kondisi objek ekowisata koservasi penyu di Nagari Amping Parak-Pessel saat ditutup karena pandemi (Kiki Julnasri/Klikpositif.com)

PESSEL , KLIKPOSITIF - Pusat ekowisata konservasi penyu di Nagari Amping Parak, Kecamatan Sutera, Kabupaten Pesisir Selatan , Sumatera Barat tetap ditutup untuk umum, meski pemerintah kabupaten setempat telah menyatakan seluruh objek wisata boleh dibuka kembali pada 29 Mei 2020 lalu.

Pantauan KLIKPOSITIF , Senin 1 Juni 2020 siang, kondisi objek ekowisata yang ada di nagari itu tampak sepi. Meski, ada sejumlah kendaraan pengunjung yang masuk, namun, tidak ada aktivitas yang terlihat. Sebab, pengelola masih belum berani membuka karena masih dalam masa pandemi.

baca juga: Pelajaran Tatap Muka Segera Dimulai, Disdik Pessel Minta Sekolah Siapkan APD

"Ya, kami masih belum berani membuka untuk umum. Soalnya, masih khawatir dengan penyebaran corona. Kecuali tamu yang datang dari lembaga resmi, seperti penelitian dan pemerintah," ungkap Haridman, Ketua Pengelola Ekowisata Koservarsi Penyu Amping Parak, saat ditemui KLIKPOSITIF .

Ekowisata Konservasi Penyu Nagari Amping Parak, dikelola oleh Kelompok Masyarakat Pengawas (Pokmaswas) Laskar Pemuda Peduli Lingkungan (LPPL) nagari setempat. Terbentuk, sejak tahun 2013 lalu, kini sukses melestarikan objek konservasi penyu itu menjadi pusat ekowisata.

baca juga: Ekspos Keindahan Alam Pessel, Ikatan Mahasiswa IV Jurai UIN IB Jelajah Air Terjun Serasah Talang Lumpo

Ia menjelaskan, untuk membuka kembali objek ekowisata itu, pengelola harus mesti mendapatkan kepastian dari pemerintah. Apalagi, sebagai pusat ekowisata, tempat itu tidak hanya untuk berwisata biasa, namun, juga melayani pengunjung dengan edukasi.

"Karena kita tau SDM dan fasilitas yang kita sendiri belum ada yang mampu mendektesi corona. Jadi karena pertimbangan itu, kita tidak berani mengambil resiko. Tapi, kalau pemerintah bisa menyiapkan itu semua," terangnya.

baca juga: Jelang Idul Adha, Pemkab Pessel Tegaskan Hal Ini Terkait Pemotongan Hewan Kurban

Berkunjung ke pusat ekowisata konservasi penyu, biasanya pengunjung bisa melihat penangkaran penyu yang dikonservasi. Lokasi ini berjarak 46 kilometer dari Painan ibu kota kabupaten, dan 121 kilometer dari Kota Padang. Selain penangkaran, pengujung juga bisa menikmati rekreasi pantai yang berada di seberang muara.

Ia berharap, dimasa pandemi ini, pengunjung bisa memaklumi keputusan yang diambil pengelola. Sebab, mau bagaimanapun keselamatan bersama adalah yang paling utama.

baca juga: Pekan Depan Sekolah Tatap Muka Dimulai, Pemkab Pessel Siapkan SOP

"Jadi ya bersabar dulu, jika sudah ada kepastian corona benar-benar berakhir, nanti akan kami buka kembali seperti biasa. Karena saat ini kita takut beresiko," ujarnya.

Sebelumnya, Pemerintah Kabupaten Pesisir Selatan , Sumatera Barat mengumumkan seluruh objek wisata di daerah setempat sudah boleh kembali dibuka mulai 29 Mei 2020, setelah sebelumnya diumumkan tutup sejak diberlakukan PSBB tahap I pada 22 April 2020 lalu.

Pembelakuan untuk membuka objek wisata ini, tidak terkecuali untuk Mandeh, Pantai Carocok Painan, Jembatan Akar, namun, juga objek wisata lokal lainnya. Dibukanya, kembali tempat fasilitas umum termasuk objek wisata merupakan sebagai salah satu untuk mematangkan new normal atau tatanan kehidupan baru dalam mencegah dampak yang lebih jauh akibat COVID.

Penulis: Kiki Julnasri | Editor: Haswandi