Bersilaturrahmi ke Lezatta, Andri Warman dan Irwan Fikri Bahas Potensi Wisata Agam

Andri Warman (kiri) dan Irwan Fikri (kanan)
Andri Warman (kiri) dan Irwan Fikri (kanan) (KLIKPOSITIF/Haswandi)

AGAM , KLIKPOSITIF - Bersilaturrahmi ke Green House Lezatta , Bakal Calon (balon) Bupati dan balon Wakil Bupati Agam , Andri Warman dan Irwan Fikri membahas potensi wisata Agam yang dinilai sangat menjanjikan.

Dalam kunjungan itu, Andri Warman juga mengagumi objek wisata Green House yang instagramable dan bersifat kekinian.

baca juga: Perolehan Akseptor KB di Agam Lampaui Target

"Saya kagum dengan imajinasi pengelola objek wisata ini. Imajinasi sangat dibutuhkan untuk mengembangkan wisata," ujar Andri Warman, Sabtu 6 Juni 2020.

Menurut Andri Warman yang saat ini menjabat sebagai anggota DPRD Sumbar, ada tiga aspek yang perlu dipersiapkan dalam pengembangan kepariwisataan, yakni objek wisata itu sendiri, pendanaan, serta sumber daya manusia (SDM).

baca juga: Januari-Mei 2020, DPMPTSP-Naker Agam Terbitkan 1.045 Perizinan

"Untuk masalah dana tak harus urusan pemerintah saja, tapi bisa kerjasama dengan pihak ketiga. Sementara untuk SDM, ini harus jadi perhatian nomor satu. Kalau tak ada SDM yang bagus, hasilnya akan seperti itu juga," ulas Andri Warman yang juga merupakan Ownerdari PT Sikumbang TurAWRTour Travel.

Ia menyebut, potensi wisata Agam sangat luar biasa, namun saat ini dinilai belum tergarap secara maksimal. Menurutnya, butuh power pemerintah, yang bisa bekerjasama dengan swasta.

baca juga: Empat Hari Hilang, Gadis Sungai Pua Akhirnya Ditemukan

"Dunia industri boleh dikatakan hampir tidak ada di Agam , makanya harus menggerakan pariwisata. Jika wisata maju, UMKM (Usaha Mikro Kecil Menengah) juga akan bergerak sendiri," ulasnya.

Sementara itu, Balon Wakil Bupati Agam Irwan Fikri menyebut, banyak aspek jika berbicara tentang pariwisata, mulai dari aspek potensi daerah, SDM, hingga jejaring (network).

baca juga: Sudah 4 Hari Gadis Asal Sungai Pua Ini Tak Pulang, Yuk Bantu Mencari

"Kini Agam mempunyai modal yang sangat besar, alam yang sangat indah. Ada laut, danau, gunung, perbukitan, ngarai. Komplit, sangat luar biasa. Yang jadi persoalan, bagaimana menggarap sektor ini secara serius," ujarnya.

Menurut mantan Wakil Bupati Agam ini, untuk berbisnis pariwisata, pelaku wisata perlu banyak berkomunikasi dengan pemerintah daerah, sehingga kalau ada kendala bisa dibantu mencari jalan ke luar permasalahan tersebut.

Ia mencontohkan, jika jalan menuju objek wisata jelek, pemerintah bisa anggarkan dana APBD nya untuk perbaikan jalan. Sektor permodalan pemerintah juga bisa membantu, dengan arti kata disubsidi pebisnis untuk bekembang.

"Kalau kita berbicara tentang fakta lokal pada hari ini, dari informasi yang kami dapatkan, luar biasa nikmatnya yang didapatkan masyarakat lingkungan Lezatta. Ada yang bisa jadi karyawan, dana CSR bisa dibagi ke masyarakat sekitar. Itu kita baru bicara satu Lezatta, belum lagi kita bicara potensi yang jauh lebih besar," ujarnya mencontohkan dampak positif Lezatta bagi warga sekitar.

Terkait dibukanya kembali objek wisata ini, Owner Green House Lezatta , Eliana mengatakan, pihaknya memberlakukan protokol kesehatan di objek wisata Lezatta.

"Tempat cuci tangan telah dipersiapkan di pintu masuk. Setiap pengunjung wajib pakai masker, dan nanti akan dicek suhu tubuhnya sebelum masuk. Tak hanya itu, kami juga semprotkan disinfektan ke setiap sudut Lezatta dua kali sehari, yakni pagi hari sebelum dibuka dan setelah pengunjung pulang atau saat objek wisata ditutup," jelasnya.

Editor: Haswandi