Akhirnya Seni Pertunjukan di Sumbar Boleh Tampil lagi Akhir Juli 2020

Pementasan seni pertunjukan karya Teater Imam Bonjol Padang
Pementasan seni pertunjukan karya Teater Imam Bonjol Padang (Dokumen TIB)

PADANG, KLIKPOSITIF - Pasca Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) dan diterapkannya Tatanan Normal Baru Produktif dan Aman COVID-19 (TNBPAC), seni pertunjukan boleh digelar kembali pada akhir Juli 2020 ini.

Namun, harus mengikuti protokol kesehatan COVID-19. Salah satunya, maksimal hanya 10 orang yang berada dalam ruangan.

baca juga: Musisi, Seniman dan Pelaku Industri Kreatif Ramai-ramai Buat Surat Terbuka Untuk Presiden Jokowi, Ini Kata Pradikta Wicaksono

Kepala Dinas Kebudayaan Provinsi Sumbar Gemala Ranti menjelaskan, sejak diberlakukan pembatasan sosial berskala besar (PSBB) di Sumbar, cukup banyak berbagai kegiatan seni pertunjukan yang dilaksanakan komunitas seni dan budaya yang dibatalkan.

"Kegiatan-kegiatan seni dan kebudayaan yang dilaksanakan di Sumbar, lebih banyak mengundang orang untuk berkumpul. Ini yang banyak dibatalkan, karena melanggar protokol COVID-19," ungkap Gemala, Selasa, 26 Juni 2020.

baca juga: Alek Pacu Jawi di Tanah Datar Kembali Digelar

Termasuk juga ivent-ivent yang membutuhkan pelaku seni pertunjukan, seperti tari pasambahan dan tradisional lainnya, saat menyambut tamu resmi, atau pembukaan acara resmi. Termasuk penampilan tari dan musik pada acara resepsi pernikahan, juga banyak yang dibatalkan, karena berdasarkan protokol kesehatan COVID-19 sendiri, menggelar pesta pernikahan dilarang.

Gemala melanjutkan, selama pandemi ini, terjadi perubahan pelaksanaan kegiatan seni dan budaya di Sumbar. Di mana seni pertunjukan yang selama ini dilaksanakan di ruangan dihadiri banyak komunitas dan pengunjung, kini beralih ke tekhnologi informasi. Misalnya, seni pertunjukan tari, penari merekam pertunjukannya dan ditampilkan melalui video secara virtual.

baca juga: Komisi X DPR RI Dukung Sekolah dan Pertunjukan Seni Kembali Dibuka, Ini Alasannya

Termasuk juga kegiatan-kegiatan diskusi, dan seminar yang dilaksanakan oleh Dinas Kebudayaan Provinsi Sumbar, semuanya beralih dengan menggunakan virtual. "Seperti kegiatan seminar tentang khazanah manuskrip Minangkabau, khazanah budaya dan khazanah tradisi lisan, sekarang dilaksanakan melalui webinar," ungkap Gemala.

Menghadapi kondisi ini, Pemprov Sumbar perlu menyiapkan regulasi untuk transisi tekhnologi.

baca juga: Melihat Hombo Batu, Mengintip Negeri dari Masa Lalu

"Harus ada Pergub yang mengatur untuk pembiayaan menggunakan tekhnologi virtual ini, melalui pembiayaan APBD. Apa bisa atau tidak, dokumen kegiatan dipertanggungjawabkan melalui aplikasi saja," ujarnya. (*)

Editor: Joni Abdul Kasir