Geliat Pariwisata Sumbar, Wisman Sudah Bisa Berselancar di Mentawai

PADANG, KLIKPOSITIF - Kabar baik bagi wisatawan mancanegara (Wisman) yang hobi surfing atau berselancar sudah bisa menaklukkan ombak di Kabupaten Kepulauan Mentawai, Provinsi Sumatera Barat.

Walupun sudah dibolehkah, wisatawan harus tetap menjalankan protokol COVID-19. Sebab di di Sumbar masih menetap normal baru bebas COVID-19.

baca juga: PNP dan Dinas Pariwisata Sumbar Teken MoU Bidang Pariwisata

Gubernur Sumbar Irwan Prayitno mendukung langkah biro perjalanan dan lembaga yang terlibat memajukan pariwisata di provinsi itu. Seperti terobosan yang dilakukan Asosiasi Kapal Selancar Sumatera Barat (AKSSB) yakni dengan mengirim tamu-tamu peselancar asing ke Mentawai.

"Dampak COVID-19 terhadap sektor pariwisata cukup memprihatinkan. Dalam tiga bulan terakhir, industri pariwisata Sumbar seakan berada pada titik nadir alias lumpuh. Kerugian yang dialami pelaku usaha pariwisata begitu besar, apalagi wabah COVID-19 belum sepenuhnya berakhir. Untuk itu perlu gebrakan agar kembali bergeliat," tuturnya, Kamis, 25 Juni 2020.

baca juga: Diakui Jokowi Terbaik Menangani COVID-19, Ayo Berwisata ke Sumbar!

Irwan meyakini, dibukanya kembali berbagai destinasi wisata, secara perlahan perekonomian masyarakat Sumbar melalui sektor pariwisata akan kembali pulih seperti sediakala.

"Pariwisata ini multiplier effectnya besar bagi masyarakat. Banyak masyarakat bergantung dari sektor ini," katanya.

baca juga: Pariwisata Aman COVID-19, Karyawan Hotel di Sumbar Tes Swab

Diketahui paket wisata surfing ini diluncurkan AKSSB dengan menggunakan kapal selancar Switchfoot yang akan membawa wisatawan asing berselancar selama kurang lebih 12 hari dengan mengikuti protokol kesehatan.

Ketua AKSSB, Aim Zein dalam keterangan tertulisnya mengatakan bahwa protokol wisata kapal selancar ini dirancang sedemikian rupa agar semua pihak merasakan manfaatnya dengan azas CSH (Clean, Safety, Healthy) atau Bersih, Aman dan Sehat.

baca juga: Sumbar Berlakukan Kenormalan Baru, Pengamat: Pelaku Pariwisata Harus Berinovasi

"Kunci dari protokol ini adalah setiap wisman wajib untuk mengikuti PCR Test. Pengambilan sampel dilakukan diatas kapal kepada seluruh penumpang dan anak buah kapal (ABK). Kemudian selama menunggu hasil test, ABK dan wisman dilarang untuk turun kapal untuk meminimalisir kontak dengan orang lain," jelasnya. (*)

Editor: Joni Abdul Kasir