Unik, Ada Kafe Apung di Kambang Barat Pessel

Objek wisata cafe apung Kambang Barat Pessel
Objek wisata cafe apung Kambang Barat Pessel (Kiki Julnasri/Klikpositif.com)

PESSEL , KLIKPOSITIF - Kabupaten Pesisir Selatan ( Pessel ), Sumatera Barat memang banyak menyimpan destinasi yang indah. Selain, indah dengan keelokan alamnya, daerah ini juga memiliki keunikan lainnya yang pantas untuk dikunjungi, seperti cafe apung yang menjadi pusat objek wisata di Nagari Kambang Barat, Kecamatan Lengayang.

Sesuai namanya, cafe apung ini unik karena dibangun di atas permukaan muara, di tengah hamparan hutan nipah, dan pengunjung-pun tampak sangat menikmati objek wisata ini, apalagi untuk berswafoto.

baca juga: Melirik Bisnis Kuliner Randang Ega di Pessel

Selain berada di hamparan hutan nipah, kawasan cafe ini juga berdampingan langsung dengan pantai. Di bagian pantai terlihat hamparan pohon cemara yang rindang, sehingga mata-pun tak jenuh ketika berada di sini.

Bahkan, di tempat ini pengelola juga menyediakan arena untuk memancing, tanpa dipungut biaya. Hanya saja, pengunjung harus menyiapkan perlengkapan pancing sendiri dari rumah atau sebelum ke lokasi.

baca juga: Begini Suasana Musim Durian di Ganting Kubang Pessel

"Tapi, saat ini infrastrukturnya masih belum memadai, sehingga butuh waktu untuk menjadi lebih baik," ungkap Yendra Osdar alias Jaka, pengelola pada KLIKPOSITIF .

Meski demikian, pengunjung di tempat ini tidak dipungut biaya parkir.

baca juga: Sandiaga Uno dan Fadli Zon Jadi Keynote Speaker Seminar Virtual Tentang Rendang

Cafe Apung ini berdiri di hamparan 1,5 kilometer panjang pantai dengan lebar sekitar 200 meter, sementara di atas permukaan muara seluas 15X10 meter dengan bahan pelampung drum plastik.

Drum plastik ini, dimodifikasi menjadi pelampung dan dapat menampung pengunjung hingga 50 orang lebih, dengan drum 118 unit.

baca juga: Dua Kasus Positif di Pessel Hari Ini, Anak dan Sopir dari Perantau Asal Kambang

Karena tergolong baru, menu di kafe ini baru menyediakan nasi goreng dan mie rebus.

Yendra Osdar menyebut, cafe apung itu dikembangkan atas adanya kerjasama dengan nagari. Melalui dana desa, pengeloaannya saat ini dikelola oleh Gerakan Pemuda Peduli Lingkungan (KGPPL) Kambang Barat.

"Ide pengembangan, ini sebenarnnya sudah lama. Tapi, baru terwujud awal 2020 lalu kemarin," terangnya, dan mulai dibangun sejak awal 2020 lalu.

Melihat keunikan objek wisata ini, dan keindahan alamnya, banyak pengujung mengaku takjub mengunjungi. Apalagi, sensansi cafe apung itu cukup jarang ditemukan di tempat lain.

"Unik, selain itu pemandangannya juga indah dan tenang. Jadi, ketika berada di sini hati terasa nyaman," ujar Lizha Gustia, salah seorang pengunjung asal Linggo Sari Baganti.

Lizha sendiri mengaku, baru pertama kali mengunjungi tempat itu dan sengaja datang bersama teman-teman. Sambil bermain di tempat ini ia menghabiskan waktu dengan berfoto-foto ria.

Berkunjung ke cafe apung ini, tidaklah sulit untuk menempuhnya. Namun, hanya saja saat ini pengelola belum membuat papan petunjuk untuk menuju lokasi. Gerbang masuknya tepat di depan Simpang Tiga Pasar Kambang, sebelah kiri dari selatan dan sebelah kanan dari utara atau Padang.

Jika dari Kota Padang berjarak sekitar 130 kilometer, dari Painan 53 kilometer dari Painan, dan sebaliknya dari selatan tepatnya Balai Salasa, Kecamatan Ranah Pesisir sekitar 21 kilometer. Jika sampai di gerbang masuk, pengunjung akan menemukan jalan beton dan menempuh jalan timbunan tanah sekitar 300 meter.

Cafe Apung berada di tengah kawasan hutan nipah, yang berdampingan dengan pantai. Jika bingung mencari lokasinya, pengunjung bisa bertanya ke masyarakat jika sudah sampai di Pasar Kambang. Objek wisata ini mulai buka dari pukul 09.00 WIB hingga pukul 18.00 WIB.

Penulis: Kiki Julnasri | Editor: Haswandi