KGPPL Kambang Barat Pessel Kembangkan Kafe Apung Jadi Pusat Ekowisata

Pengurus KGPPL Kambang Barat, Yendra Osdar
Pengurus KGPPL Kambang Barat, Yendra Osdar (Kiki Julnasri/Klikpositif.com)

PESSEL , KLIKPOSITIF - Kelompok Gerakan Pemuda Peduli Lingkungan (KGPPL) Nagari Kambang Barat, Kecamatan Lengayang, Kabupaten Pesisir Selatan ( Pessel ), Sumatera Barat kembangkan kafe apung menjadi pusat ekowisata.

Kafe Apung ini dibangun melalui anggaran nagari setempat. Setelah beberapa bulan dibangun kini cukup menarik antusias pengujung. Namun, hingga kini masih belum memiliki akses infrastruktur yang memadai.

baca juga: Melirik Bisnis Kuliner Randang Ega di Pessel

Pengurus KGPPL Kambang Barat, Yendra Osdar menyebut, adanya kafe apung setelah adanya musyawarah kelompok masyarakat dan nagari, dengan melihat potensi alam setempat dalam meningkatkan ekonomi kreatif masyarakat.

"Intinya, bagaimana kita bisa menumbuhkan perekonomian masyarakat, serta mengelola lingkungan dan menjaganya," ungkapnya pada KLIKPOSITIF .

baca juga: Begini Suasana Musim Durian di Ganting Kubang Pessel

KGPPL sendiri merupakan kelompok peduli lingkungan yang berdiri sejak 2015 lalu, dan sudah mulai dibangun awal 2020 lalu. Kini mulai menarik minat pengunjung setalah dibuka pasca PSBB masa COVID-19.

Menurutnya, selain kafe apung mereka juga menjaga lingkungan alam setempat, secara berkesinambungan akan melakukan perawatan lingkungan, seperti menjaga kelestarian cemara, hutan nipah dan penyu yang kerap ditemukan berlabuh di kawasan tersebut.

baca juga: Dua Kasus Positif di Pessel Hari Ini, Anak dan Sopir dari Perantau Asal Kambang

"Itu sesuai dengan apa yang tertuang dalam AD RT kita, selain kafe apung kita juga akan fokus pada konservasi penyu," terangnya.

Saat ini, secara bertahap mereka sudah berhasil memulainya. Selanjutnya, mereka akan mengembangkan lagi untuk menjadi pusat objek ekowisata di daerah setempat.

baca juga: Hari ini Dua Warga Pessel Terkonfirmasi Positif Covid-19

Berkunjung ke cafe apung ini, pengujung tidaklah sulit untuk melacaknya. Namun, hanya saja saat ini pengelola belum membuat papan petunjuk untuk menuju lokasi. Gerbang masuknya, tepat di depan Simpang Tiga Pasar Kambang, sebelah kiri dari selatan dan sebelah kanan dari utara atau Padang.

Karena tergolong baru, menu di kafe ini baru menyediakan nasi goreng dan mie rebus.

Jika dari Kota Padang berjarak sekitar 130 kilometer, dari Painan 53 kilometer. Sebaliknya dari selatan tepatnya Balai Salasa, Kecamatan Ranah Pesisir sekitar 21 kilometer. Dan jika sampai di gerban masuk, pengunjung akan menemukan jalan benton dan menempuh jalan timbunan tanah sekitar 300 meter.

Kafe apung berada di tengah kawasan hutan nipah, yang berdampingan dengan pantai. Jika bingung, pengujung bisa bertanya ke masyarakat jika sudah sampai di pasar Kambang. Objek wisata ini hanya buka dari pukul 09.00 WIB sampai pukul 18.00 WIB.

Penulis: Kiki Julnasri | Editor: Rezka Delpiera