Ampiang Dadiah, Kuliner Khas Bukittinggi yang Masuk Nominasi API 2020

Ampiang Dadiah
Ampiang Dadiah (KLIKPOSITIF/Hatta Rizal)

BUKITTINGGI , KLIKPOSITIF - Anugerah Pesona Indonesia (API) 2020 memasukkan Ampiang Dadiah sebagai salah satu nominasi dalam kategori Minuman Tradisional Terpopuler dari Bukittinggi .

Ampiang Dadiah merupakan kuliner tradisional yang dijual di Bukittinggi . Tak banyak memang yang menjual, salah satunya di Palanta Soto H.Minah di Pasa Ateh.

baca juga: Polsek Bukittinggi Ringkus Dua Pelaku Pungli di Terminal Aur Kuning, Ini Modusnya

Kuliner tradisional ini, terdiri atas 4 bahan yang dicampur-adukkan sehingga menimbulkan sensasi rasa" bergejolak" akibat perpaduan rasa asam dan manis. Ke 4 bahan itu adalah Dadiah, Tangguli, Parutan Kelapa dan Emping. 2 bahan paling utamanya adalah Emping (ampiang) dan Dadiah (yoghurt dari susu kerbau. Makanya, dinamakan Ampiang Dadiah.

Cara hidangnya, terbilang sederhana, disajikan dalam mangkok, kemudian disantap menggunakan sendok. Bagi yang suka dingin, bisa pula ditambah es batu.

baca juga: Bukittinggi Tambah 1 Pasien Positif COVID-19, Total 21 Kasus

Ampiang, mungkin kita sudah banyak tahu, yakni beras ketan yang ditumbuk. Sementara Dadiah, sering disebut sebagai Yoghurt khas Ranah Minang yang terbuat dari susu kerbau dan difermentasikan semalaman lewat tabung bambu. Hasil fermentasi itu membentuk semacam krim berwarna putih, lunak dan segar. Itulah Dadiah.

Dari ke 2 bahan utama itu, Dadiah sulit didapat, sebab umumnya kerbau di Sumatera Barat digunakan untuk pedaging, bukan diperah susunya.

baca juga: Satreskrim Polres Bukittinggi Ringkus Pelaku Parkir Liar di Pasar Aur Kuning

"Sedikit sulit mencari Dadiah ini, umumnya kita dapat di daerah Ngarai Sianok. Itu pun jumlahnya tak banyak. Dalam 1 kerbau, jumlah susunya paling cuma 10-15 tabung, dengan 1 tabung berisi seperempat liter saja," ungkap Firman Agus, salah satu pengelola Palanta Soto H. Minah, Minggu 5 Juli 2020.

Firman menyebut, Ampiang Dadiah lebih tepat dikatakan sebagai makanan untuk sarapan, dan teman Ampiang Dadiah yang paling pas adalah segelas Teh Telur.

baca juga: Sandiaga Uno dan Fadli Zon Jadi Keynote Speaker Seminar Virtual Tentang Rendang

"Kita sudah menjual Ampiang Dadiah sejak tahun 1960an. Ini memang salah satu kuliner khas Bukittinggi . Kita memang masih mempertahankan kuliner ini," ungkap Firman.

Dengan bahan baku yang serba tradisional, sudah jelas Ampiang Dadiah ini sehat dan sangat layak disantap.

Jika ingin mencoba, bagi wisatawan silahkan datang ke Palanta H.Minah yang terletak di belakang Gedung Pasa Ateh. Satu mangkoknya, dijual 18 ribu rupiah.

Penulis: Hatta Rizal | Editor: Rezka Delpiera