Wisata Pemandian Pincuran Tujuh dan Batu Lipek Kain, Keindahan Alam yang Tersembunyi di Kinali

Pemandian Pincuran Tujuh dan Lipek Kain
Pemandian Pincuran Tujuh dan Lipek Kain (Ist)

PASBAR , KLIKPOSITIF - Lagi potensi wisata yang luar biasa melimpah tersimpan di Kecamatan Kinali, Kabupaten Pasaman Barat .

Pesona keindahan alam yang tersembunyi di Kecamatan Kinali dan belum banyak dikunjungi pengunjung yakni wisata alam Pemandian Pincuran Tujuh dan Batu Lipek Kain.

baca juga: Ini Hasil Swab 111 Orang Warga Pasbar yang Kontak dengan Pasien Positif COVID-19, 220 Lagi Masih Ditunggu

Wisata alam ini terletak di Kampung Kurai, Jorong Sigunanti, Nagari Kinali. Wisata alam ini belum pernah dikelola oleh pemerintah dan swasta hingga saat ini.

Menuju objek wisata alam ini sangat mudah, hanya membutuhkan waktu 30 menit dengan jarak tempuh sekitar 7 kilometer dari jalan lintas Manggopoh tepatnya dari Pasar Durian Kilangan Kinali menuju Kampung Kurai, Jorong Sigunanti.

baca juga: Dua ASN Positif COVID-19 Pernah Hadir Resepsi Pernikahan dan Pelantikan Bamus, 220 Warga Pasbar di Tes Swab

Dengan menggunakan kendaraan roda dua maupun empat, para wisatawan sudah bisa sampai dikampung tersebut. Perkampungan ini perkampungan penduduk, wisatawan bisa memarkir kendaraannya dikampung ini.

Namun untuk menuju lokasi pemandian, wisatawan terpaksa harus berjalan kaki sekitar 1,5 kilometer dari Kampung Kurai menyusuri area perkebunan, pemukiman dan perbukitan.

baca juga: Kisah Seorang Ibu Demi Sebuah Kursi Roda Untuk Sang Anak di Pasbar

Wakil Ketua DPRD Pasaman Barat , Daliyus K mengatakan, destinasi yang berada di bawah kaki Gunung Pasaman ini masih alami dan belum pernah dikelola oleh pemerintah dan swasta.

"Karena belum mendapatkan sentuhan dan dikelola dengan baik, akses jalan menuju pemandian pincuran tujuh dan batu balipek ini harus berjalan kaki," jelasnya kepada KLIKPOSITIF , Minggu (5/7).

baca juga: Kontak dengan Dua Pasien COVID-19, Puluhan Warga Pasbar Test Swab Massal

Sebagai wakil rakyat yang juga putra daerah Kecamatan Kinali, ia telah meminta kepada masyarakat setempat untuk membebaskan lahan, agar akses jalan menuju lokasi wisata bisa dianggarkan.

"Saya telah menyampaikan ke pemuda dan tokoh masyarakat untuk dapat membebaskan lahan untuk pembuatan jalan. Jika jalan bisa kita bangun, pengunjung objek wisata ini akan bertambah," pintanya.

Lanjutnya menerangkan, dengan dibangunnya jalan ke lokasi objek wisata tersebut, tentunya perekonomian masyarakat sekitar bisa bangkit, dengan cara berjualan di sekitar objek wisata dan selain itu bisa menambah PAD.

"Saya sudah ke lokasi, palingan jalan yang akan dibangun sepanjang 1 kilometer dan saya siap menganggarkan dari dana pokir dewan saya. Namun itu tadi, lahan harus bebas tanpa ada permintaan ganti rugi," terang Daliyus K.

Penulis: Irfansyah Pasaribu | Editor: Rezka Delpiera