"Camping Menggulai Kambing" Cara Pemuda Kayu Kolek Pulihkan Kembali Pariwisata

Suasana Panorama Kayu Kolek di Nagari Sikabu-kabu Tanjuang Haro Padangpanjang
Suasana Panorama Kayu Kolek di Nagari Sikabu-kabu Tanjuang Haro Padangpanjang (Ade Suhendra)
LIMA PULUH KOTA, KLIKPOSITIF -

Sempat ditutup untuk kunjungan umum sejak Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) COVID-19, objek wisata Nagari Panorama Kayu Kolek kembali pulih dan mulai menggelar iven untuk menarik minat pengunjung.

Ketua Pelaksana, Muhammad Reflin Azwar bersama Ketua Panitia, Aulia Qisti Elfan Habib mengatakan menurut rencana kegiatan tersebut digelar pada Sabtu 25 Juli 2020 mendatang. Kegiatan ini sendiri diprakarsai oleh anak-anak muda nagari, pecinta alam, Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) dan para penggiat seni yang akan menggelar sebuah iven perpaduan hobi pencinta alam, seni pertunjukan dan tradisi.

baca juga: 1.817 Pegawai Non ASN di Pemkab Solok Sudah Terdaftar di BP Jamsostek

"Kegiatan ini diberi nama Camping Menggulai Kambing. Alam panorama Kayukolek yang khas dengan udara pegunungan yang dingin, aksesnya mudah dijangkau, pemandanganya indah, pesona alam yang dimiliki Kayukolek, bakal jadi magnet utama. Ditambah lagi keterlibatan para seniman, pecinta alam dan anak-anak muda serta kekhasan Menggulai Kambing bakal hadirkan pesona unik Kayukolek," kata Muhammad Reflin Azwar dan Aulia Qisti Elfan Habib.

Ia menjelaskan bahwa kecintaan beraktifitas dialam bebas, menjadi hal yang menarik bagi kebanyakan orang. Tidak hanya kalangan muda, orang dewasa yang telah berkeluarga dengan hobi menikmati alam dapat menjadikan momen semalam di Panorama Kayu Kolek ini untuk mengenalkan alam pada anak-anak.

baca juga: Karena Capaian Ini, Partai Golkar Usung Pasangan Sutan Riska - Dasril Panin di Pilkada Dharmasraya.

"Nanti para pegiat seni penyair nasional sekelas Iyut Fitra, Irmansyah dan Adri Sandra, juga bakal hadir dalam kesempatan tersebut. Selain itu juga akan ada music performance Happy Together, Digothal, Saxopoem, Bigau hingga Pantomin Zam Mine serta kegiatan menarik lainnya," ujarnya.

Sementara itu, salah seorang pegiat seni yang juga aktivis Forum Peduli Luak Limopuluah, Yudilfan Habib Datuak Monti, mengapresiasi kegiatan yang akan digelar di Kayu Kolek tersebut. Menurutnya, Menggulai Kambing adalah sebuah tradisi khas pada prosesi yang melekat erat dengan masyarakat, terutama Minangkabau.

baca juga: Polisi Gagalkan Penyelundupan Nyaris 1 Ton Ganja

"Bagaimana menyembelih Kambing secara islami, tata cara mengolah daging hingga menyiapkan bumbu dan memasak gulai kambing, sudah menjadi bagian identitas masyarakat Luak Limopuluah. Namun tentunya harus memperhatikan instruksi pemerintah untuk tetap melaksanakan kegiatan sesuai protok kesehatan dimasa Pandemi Covid-19," kata Yudilfan Habib.

Penulis: Ade Suhendra | Editor: Eko Fajri