Grup Randai Asal Tanah Datar Ini Siap Berlaga di Tingkat Provinsi

Anggota Grup Randai Guguak Malalo Tanah Datar latihan sebelum berlaga tingkat provinsi
Anggota Grup Randai Guguak Malalo Tanah Datar latihan sebelum berlaga tingkat provinsi (ist)

TANAH DATAR , KLIKPOSITIF - Grup Randai Banda Sawah Pinang Nagari Guguak Malalo, Kecamatan Batipuh Selatan, Tanah Datar siap berlaga di tingkat Provinsi Sumatera Barat akhir pekan ini.

Ketua Sanggar Seni Randai Banda Sawah Pinang Guguak Malalo, Erwin Katik Basa menyampaikan pihaknya beberapa minggu terakhir terus berlatih untuk menghadapi lomba sehingga dapat mewujudkan kebanggaan grup randai diTanah Datar.

baca juga: 6 Pejabat dan Forkopimda di Sumbar Terima Vaksinasi Dosis ke Dua

"Kami bersyukur berkat pembinaan pemerintah daerah , dukungan masyarakat dan semangat anggota, kita akan tampil di Padang pada Jumat ini mewakili Tanah Datar Luhak Nan Tuo. Mohon dukungan dan doanya agar bisa menjaga marwah Tanah Datar ," ucap Erwin di Batusangkar, Rabu 16 September 2020.

Ia menyebut grup randai ini mampu kembali berkreasi setelah setahun terakhir tidak ada kegiatan atau lomba yang diikuti.

baca juga: Penyuntikan Vaksin Sinovac di Pariaman Mulai Dilakukan

"Mudah-mudahan ke depan, terus mendapat binaan dari pemerintah daerah untuk mengembangkan dan melestarikan seni randai budaya Minangkabau yang sarat nilai dan pesan-pesan kemanusian," tutur Erwin.

Sementara itu, Wakil Bupati Tanah Datar Zuldafri Darma menyampaikan apresiasi pada pelaku seni randai yang telah melestarikan budaya Minangkabau sebagai warisan nenek moyang.

baca juga: Wujudkan Lingkungan Bersih dan Nyaman, Lapas Pariaman Lakukan Perbaikan Menyeluruh

"Kita meminta generasi muda untuk melestarikan budaya ini dan Pemda sudah menjadikan salah satu program prioritas kegiatan," tutur Wabup.

Wabup mengharapkan agar Sanggar Seni Randai Banda Sawah Pinang Guguak Malalo dapat memberikan yang terbaik bagi Tanah Datar . (*)

baca juga: Penambangan Emas Tanpa Izin, Tiga Pelaku Diamankan Polres Tanah Datar

Penulis: Irfan Taufik | Editor: Eko Fajri