Pacu Itik di Payakumbuh Dinobatkan Sebagai Warisan Budaya Tak Benda Indonesia

Kabid Kebudayaan Dinas Pariwisata Pemuda dan Olahraga Payakumbuh Riswandi
Kabid Kebudayaan Dinas Pariwisata Pemuda dan Olahraga Payakumbuh Riswandi (KLIKPOSITIF/Ade Suhendra)
PAYAKUMBUH , KLIKPOSITIF -

Telah berlangsung sejak 94 tahun silam, permainan anak nagari Pacu Itik di Payakumbuh - Sumbar dinobatkan sebagai Warisan Budaya Tak Benda Indonesia oleh Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan RI. Penobatan ini disampaikan oleh Kabid Kebudayaan Dinas Pariwisata Pemuda dan Olahraga Payakumbuh Riswandi saat ditemui KLIKPOSITIF , Selasa 13 Oktober 2020.

Riswandi mengatakan terpilihnya Pacu Itik sebagai Warisan Budaya Tak Benda Indonesia oleh Kemdikbud RI dilakukan pada Jumat 9 Oktober 2020 lalu. Ia menjelaskan bahwa permainan anak nagari Pacu Itik ini dilakukan selepas panen dan telah berlangsung sejak tahun 1926.

baca juga: Pungli Masih Marak, Asisten III Setdako Payakumbuh Tegaskan Hal Ini

"Alhamdulillah permainan anak nagari Pacu Itik ini dinobatkan sebagai Warisan Budaya Tak Benda Indonesia oleh Kemdikbud RI. Kegiatan ini sendiri masuk dalam Persatuan Olahraga Terbang Itik dan sang Maestro Pacu Itik sendiri yaitu Datuak Rajo Endah," kata Riswandi.

Saat ini dikatakannya terdapat 6 gelanggang tempat biasa Pacu Itik ini digelar. Gelanggang tersebut berada di Aua Kuniang, Tigo Baleh Aua Kuniang, Kapalo Koto, Tunggua Kubang, Padang Cubadak Sicincin, dan Bodi Air Tabit

baca juga: Polres Payakumbuh Musnahkan Barang Bukti Ganja Seberat 98,3 Kg

"Dengan penghargaan ini ke depannya untuk masyarakat dan Pemko sendiri akan menjadikan event Pacu Itik ini untuk meningkatkan kunjungan wisatawan, baik dari dalam maupun luar negeri. Kemudian momentum ini juga dijadikan sebagai kebangkitan pariwisata Payakumbuh di tengah Pandemi," ujar Riswandi yang juga aktif dalam kegiatan Pramuka ini.

Ia berharap dengan masuknya Pacu Itik dalam Warisan Budaya Tak Benda Indonesia ini kegiatan Pacu Itik dapat terjadwal dengan baik. Meskipun tahun Pandemi ini tidak ada pelaksanaan kegiatan, tapi sebelumnya pacu itik sudah menjadi event rutin yang digelar setiap tahun dan dilaksanakan di momen-momen penting di Kota Payakumbuh .

baca juga: Pemko Payakumbuh tak Batasi Jumlah Penerima BPUM Tahap II

Riswandi menambahkan bahwa tiap tahunnya, kegiatan pacu itik ini sendiri dilaksanakan sebanyak 4 kali dalam setahun yang dimulai pada bulan Juli tiap tahunnya. Ia juga berharap ke depannya masyarakat yang berada di 6 galanggang yang ada ini dapat memanfaatkan momen ini untuk meningkatkan kesejahteraannya ke depannya.

"Semoga nanti akan banyak bermunculan itik-itik pacu berkualitas dari peternakan masyarakat yang melakukan ternak itik pacu ini. Sebab untuk harga per ekornya, itik pacu ini lebih mahal dari harga itik atau sejenisnya yang mencapai Rp300 ribu per ekornya dan juga telur itik pacu ini lebih mahal dari telur itik biasa," katanya.

baca juga: Transfer Dana Pusat Berkurang, Kota Payakumbuh Harus Lakukan Efisiensi Pada APBD 2021

Penulis: Ade Suhendra | Editor: Haswandi