Pariaman Menjelang Perayaan Perang Karbala

10 Muharram akan menjadi puncak perayaan Tabuik di Pariaman
10 Muharram akan menjadi puncak perayaan Tabuik di Pariaman (KLIKPOSITIF/Zulkifli)

PARIAMAN , KLIKPOSITIF - Memasuki bulan Muharram dalam kalender Hijriah, umat muslim di beberapa titik dunia bakal mengingat sebuah perang besar yang terjadi di Padang Karbala, wilayah Irak saat ini. Pariaman tidak luput menjadi satu dari sedikit kelompok masyarakat muslim yang mengenang peperangan ini, yang menjadi luar biasa karena salah satu garis keturunan terakhir nabi Muhammad, Husein gugur akibat perang yang terjadi hampir 14 abad lalu.

Tahun ini awal bulan Muharam bertepatan dengan masuknya bulan Oktober. Masyarakat Pariaman mulai berbenah diri. Secara massal mereka bersiap mengenang peristiwa perang Karbala dalam sebuah pesta budaya, Tabuik. Wakil Walikota Pariaman Genius Umar menyebutkan jika Tabuik adalah festival budaya keempat terbesar dalam skala nasional.

baca juga: Urang Sumando Bacok Mamak Pusako di Padang Pariaman

Tabuik mungkin telah menjadi peristiwa budaya tersohor seantero tanah air dan sekalian menjadi magnet penarik pelancong asing untuk datang ke Pariaman . Pemandangan lautan manusia yang melarung dua buah tabuik raksasa ke lautan telah menjadi imaginasi yang ikonik, khas Tabuik.

Logikanya, di Sumbar gelaran tabuik hanya dilakukan oleh masyarakat Pariaman , yang dengan sendirinya menjadikan tabuik produk budaya masyarakat Pariaman . Jika bicara Tabuik maka kita serta merta harus membicarakan masyarakat Pariaman .

baca juga: Tingkatkan Kinerja Pegawai, Ini Strategi Walikota Pariaman

Gambaran lautan manusia yang melarung dua bangunan raksasa ke pesisir laut Sumatera mungkin adalah gambaran yang mendunia. Namun masih banyak perihal yang tidak diketahui bahkan oleh masyarakat Minangkabau sendiri. Kita hanya disuguhkan acara puncak yakni peristiwa melarung Tabuik ke lautan. Namun tidak bannyak yang tahu, jika masyarakat Pariaman telah bersiap jauh-jauh hari untuk menngingat hari kematian Husein bin Ali. Sejumlah ritual dilakukan dan sejumlah peristiwa terjadi mengikutinya.

Penulis: Ramadhani