Ini Ikon Wisata Baru di Padang Panjang,

Ilustrasi
Ilustrasi (Net)

PADANG PANJANG , KLIKPOSITIF - Potensi alam Bukik Kabuik dan Bukik Kanduang, di Kelurahan Gantiang, Kecamatan Padang Panjang Timur, akan hadir sebagai objek wisata baru Kota Padang Panjang . Hal itu diungkapkan Walikota ,Fadly Amran, pengembangan potensi harus dilakukan demi peningkatan perekonomian masyarakat.

Fadly Amran, mengatakan pengembangan kawasan wisata baru itu, kedepannya tentu akan menjadi pengkajian dan pembahasan sejauh apa potensi alam keuntungan dan dampaknya.

baca juga: Sadis, Seorang Pemuda di Padang Pariaman Ditusuk Beberapa Kali, Pelaku Diduga Teman Sekamar

"Saya sangat apresiasi, ide pengembangan potensi Bukik Kabuik dan Bukik Kanduang tercetus dari masyarakat setempat. Artinya, kita tinggal lagi mengemas sekaligus mempercantik lokasi yang nantinya bisa dikunjungi pengunjung, "ujar Fadly Amran.

Melanjutkan ide tersebut, Fadly Amran, menginginkan dinas terkait, segera dapat terealisasi sehingga masyarakat dapat berkunjung ke sini. "Nanti apa yang bisa dibantu, Pemko siap untuk membantu," ungkapnya.

baca juga: Puskesmas Andalas: Permintaan Tes Swab Meningkat Selama Libur Lebaran

Sementara itu Ketua RT 9 Kelurahan Ganting, Jonrizal, menyampaikan kepada Walikota Padangpanjang, Kelok Kabuik akan dijadikan kawasan wisata baru di Kota Padangpanjang, dengan fasilitas taman yang akan dibuat semenarik mungkin. Lokasi ini untuk tempat bersantai dan beristirahat. Juga akan dibangun pondok-pondok dan fasilitas penunjang lainnya yang dapat menarik wisatawan dalam dan luar daerah untuk datang ke sini.

"Di sini lokasinya cukup strategis. Pengunjung dapat bersantai dengan menikmati pemandangan alam yang masih alami dan sawah yang berada tepat di depan mata," sebutnya.

baca juga: Lebaran, Tiga Pasien Covid di Padang Panjang Meninggal Dunia

Untuk pondok-pondok, pihaknya mengonsep, satu RT di Ganting akan mendapat satu pondok untuk berjualan. Hal ini dilakukan guna menunjang perekonomian masyarakat. Saat bulan Ramadhan, lokasi ini juga bisa dijadikan sebagai salah satu pasa pabukoan.

Penulis: Dirga Rahmat | Editor: Eko Fajri