Dukung Menparekraf, DPR: Wisata Olahraga Akan Tunjang Perkembangan Desa Wisata

Ilustrasi
Ilustrasi (Net)

KLIKPOSITIF - Pada rapat kerja dengan Komisi X DPR RI, Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Menparekraf) Sandiaga Uno menyampaikan, akan mengembangkan destinasi wisata olahraga di Indonesia.

Hal tersebut dikatakan Sandi usai dirinya berkunjung ke Mandalika untuk meninjau kawasan Destinasi Pariwisata Super Prioritas (DPSP) The Mandalika .

baca juga: PPKM Efektif Turunkan Kasus dan Menghambat Laju Penyebaran Covid-19 di Luar Jawa Bali, Realisasi PEN Capai Rp404,70 Triliun

DPSP The Mandalika sendiri dikembangkan oleh PT Pengembangan Pariwisata Indonesia (Persero)/Indonesia Tourism Development Corporation (ITDC), BUMN pengembang dan pengelola kawasan pariwisata The Nusa Dua Bali dan The Mandalika Lombok.

Rencana tersebut didukung oleh Anggota Komisi X Yoyok Sukawi. Dirinya berharap Kemenparekraf jangan berfokus hanya pada Mandalika saja, melainkan wisata olahraga di daerah lain seperti di Semarang, Jawa Tengah yang memiliki sirkuit dengan pemandangannya yang indah dan sering digunakan untuk Motocross Grand Prix (MXGP) yang merupakan ajang lomba olahraga cukup bergengsi di tingkat Internasional.

baca juga: Akui Ada Hambatan Kegiatan Ekspor Semenjak Pandemi Covid-19, Ini Langkah Menhub Pulihkan Kegiatan Perekonomi

"Harapan saya jangan hanya Mandalika namun seperti pak menteri ketahui olahraga hari ini. Olahraga moto sport, banyak sekali sirkuit-sirkuit di daerah. Contohnya di Semarang ada sirkuit yang sering dipakai untuk MXGP untuk kelas Internasional," ucap Yoyok saat rapat kerja dengan Menteri Parekraf Sandiaga Uno beserta jajaran yang digelar secara virtual, Selasa (26/1/2021).

Yoyok menjelaskan sirkuit moto sport tersebut dekat dengan desa -desa wisata yang apabila diperhatikan akan memberi dampak positif pada perkembangan desa -desa wisata di sekitarnya. "Kita harus bangkitkan desa wisata secara massif, dengan cara tingkatkan anggaran untuk program desa wisata yang langsung menyentuh ekonomi rakyat di daerah Pak Menteri," terang Politisi Fraksi Demokrat itu.

baca juga: Pengamat Sosial Sebut Putusan PK Bupati Pessel Pertaruhan Legitimasi hukum dan Upaya Mewujudkan Keadilan Sosial

Di sisi lain, Yoyok menerangkan, olahraga moto sport ini masih memiliki kendala birokrasi, karena belum adanya regulasi yang mampu menjamin untuk kelancaran aktivitas olahraga terutama bagi peserta dari laur negeri yang kerap kesulitan dalam membawa kendaraannya maupun suku cadangnya masuk ke Indonesia.

"Sebenarnya wisata olahraga dalam hal ini moto sport Indonesia sangat menarik wisatawan asing. Namun sulit sekali regulasinya. Birokrasi peserta untuk keluar masuk Indonesia membawa spare part, membawa mobil, membawa motor dan lain sebagainya itu sangat sulit dan ribet sekali di Bea Cukai maupun di kementerian-kementerian," ujar Yoyok.

baca juga: Terus Didukung Pemerintah, Menkeu: Alokasi Anggaran Diharapkan Terus Dorong Pariwisata

Ia berharap Kemenparekraf bersinergi dengan kementerian dalam membuat regulasi, sehingga akan memudahkan dan melindungi peserta dari luar negeri. "Dengan begitu, desa-desa wisata yang di daerah yang berdekatan dengan arena balapan akan ikut berkembang," pungkasnya.

Editor: Eko Fajri