Gulai Asam Rinuak Maninjau yang Menggugah Selera

Gulai Asam Rinuak dari Koto Kaciek Kecamatan Tanjung Raya, Kabupaten Agam Sumatera Barat
Gulai Asam Rinuak dari Koto Kaciek Kecamatan Tanjung Raya, Kabupaten Agam Sumatera Barat (KLIKPOSITIF/Joni Abdul Kasir)

MANINJAU, KLIKPOSITIF - Kuliner dari Danau Maninjau sungguh menggoda untuk dicicipi, salah satunya gulai asam rinuak. Tak lengkap rasanya kalau tidak mencoba kuliner campuran asam durian dan ikan endemik Danau Maninjau ini.

Berbeda dengan gulai kebanyakan, gulai asam rinuak berkuah agak kental dan berwarna kemerahan. Kental tersebut karena pengaruh asam durian atau yang biasa disebut tempoyak bercampur cabai merah.

baca juga: Menko Kemaritiman Desak Pemprov Sumbar Bulan Ini Mulai Revitalisasi Danau Maninjau

Aroma durian sangat terasa saat hidangan ini dicicipi di meja makan. Rasa khas manis keasaman membuat selera makan semakin bertambah. Kadang, gulai asam rinuak dicampur dengan kacang panjang.

Gulai asam rinuak ini seringkali dihidangkan saat santap makan keluarga, warga Maninjau akan menjamu tamu yang lama di rantau.

baca juga: Balitbang Sumbar Gelar FGD Tentang Mata Pencaharian Alternatif Masyarakat Salingka Danau Maninjau

Rinuak merupakan ikan endemik di Danau Maninjau dengan nama ilmiah Psilopsis sp yang diklasifikasikan ke dalam kelas Pisces (ikan). Bentuk ikan rinuak sekilas mirip teri medan.

Rinuak biasanya diolah menjadi berbagai macam dan makanan kudapan, seperti palai, kripik dan pargede. Ukurannya sangat mini berkisar 2-3 cm dan memiliki warna badan pucat kekuning-kuningan dan relatif transparan.

baca juga: Tolak Rencana Pemerintah, Puluhan Petani KJA Danau Maninjau Datangi Kantor Camat Tanjung Raya

Tekstur dagingnya lunak dan tidak berserat. Jika dikukus akan menjadikan ikan rinuak berwarna putih, sementara jika diblender akan berubah warna menjadi kehitaman.

Sedangkan tempoyak merupakan bumbu asli Indonesia. Dibuat dari durian yang difermentasi sehingga aromanya menyengat dengan cita rasa khas.

baca juga: Solusi Penyelamatan Danau Maninjau Menurut Menteri KKP: Keramba Nelayan Dipindahkan ke Darat

Bahan utama tempoyak adalah durian masak pohon atau durian yang agak berair. Daging buah durian perlu dihaluskan dan diberi garam agar proses fermentasinya lebih cepat. Adonan lalu dimasukkan dalam stoples rapat dan didiamkan selama 3-5 hari.

Editor: Joni Abdul Kasir